Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekolah Rakyat Klaim Menampung 20.000 Siswa Putus Sekolah. Benar?

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 12:29 WIB | Oleh:
Sekolah Rakyat Klaim Menampung 20.000 Siswa Putus Sekolah. Benar? Doc: ist
Ket. memutus putus sekolah

JAKARTA – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB membahas masuknya 20.000 anak putus sekolah ke sekolah rakyat.

Mereka melanjutkan pendidikan melalui program Sekolah Rakyat yang dijalankan Kementerian Sosial dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Sebagaimana unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Jumat, silaturahmi yang dilakukan Menteri Sosial tersebut sekaligus melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat.

"Syukurlah dalam satu tahun ini hampir 20.000 anak-anak putus sekolah dapat kembali bersekolah," tulis unggahan tersebut.

Selain mendapatkan akses pendidikan, para anak juga memperoleh fasilitas tempat tinggal yang layak, makanan, pemenuhan gizi, serta jaminan kesehatan.

Program Sekolah Rakyat dijalankan sebagai upaya pemerintah memastikan anak-anak usia sekolah tetap memperoleh kesempatan belajar.

Program sekolah rakyat dijalankan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan anak-anak usia sekolah dapat memperoleh akses pendidikan.

Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian terhadap persoalan anak-anak yang tidak dapat bersekolah.

Kepala Negara berupaya agar tidak ada lagi anak yang seharusnya berada di bangku sekolah tetapi tidak memperoleh kesempatan pendidikan serta mendorong agar anak-anak tidak hidup dan mencari nafkah di jalanan.

"Presiden Prabowo tidak ingin ada lagi anak-anak yang seharusnya bersekolah tetapi tidak dapat bersekolah, serta tidak ingin ada anak-anak yang harus berada hidup, mencari makan dan tinggal di jalanan," tulis unggahan itu.

Program sekolah rakyat direncanakan terus ditingkatkan setiap tahun dengan harapan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia.

Program Sekolah Rakyat adalah inisiatif pendidikan unggulan dari Presiden Prabowo yang dirancang sebagai sekolah berasrama gratis untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Program ini secara khusus menargetkan anak-anak dari keluarga kurang mampu, anak jalanan, dan kelompok rentan di seluruh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Proses Kreatif Beretika Baw...
Daerah
Adat dan Budaya Bisa Jadi K...
Advertisement
Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

Luke Vickery Hingga Maarten Paes Tiba di Jakarta, Skuad Mewah John Herdman Siap Mengguncang FIFA ASEAN Cup 2026

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.