Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balas Kebijakan Visa Trump, Burkina Faso dan Mali Larang Warga AS Masuk

📅 Rabu, 31 Des 2025, 12:54 WIB | Oleh:
Balas Kebijakan Visa Trump, Burkina Faso dan Mali Larang Warga AS Masuk Doc: Istimewa
Ket. Pengumuman tersebut menandai babak terbaru dalam hubungan dingin antara pemerintah militer Afrika Barat dan AS.

BAMAKO - Mali dan Burkina Faso pada hari Selasa (30/12) mengatakan mereka akan melarang warga Amerika Serikat memasuki negara mereka sebagai balasan atas keputusan Presiden Donald Trump untuk melarang warga Mali dan Burkina Faso memasuki AS

Dari The Guardian, pengumuman tersebut, yang disampaikan dalam pernyataan terpisah oleh menteri luar negeri dari kedua negara Afrika Barat, menandai perkembangan terbaru dalam hubungan dingin antara pemerintah militer Afrika Barat dan AS.

Pada tanggal 16 Desember, Trump memperluas pembatasan perjalanan sebelumnya ke 20 negara lagi, termasuk Mali, Burkina Faso , dan Niger, yang dikelola oleh junta dan telah membentuk asosiasi yang memisahkan diri dari blok regional, Economic Community of West African States (ECOWAS).

“Sesuai dengan prinsip timbal balik, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional memberitahukan kepada masyarakat nasional dan internasional bahwa, dengan segera, Pemerintah Republik Mali akan menerapkan syarat dan ketentuan yang sama kepada warga negara AS seperti yang diberlakukan kepada warga negara Mali,” kata kementerian luar negeri Mali dalam sebuah pernyataan

Pernyataan lain yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Burkina Faso, Karamoko Jean-Marie Traoré, menyebutkan alasan serupa untuk larangan masuknya warga negara Amerika ke Burkina Faso.

Gedung Putih menyebutkan serangan terus-menerus oleh kelompok bersenjata sebagai salah satu alasan diberlakukannya larangan perjalanan tersebut.

Larangan yang diperluas yang diberlakukan oleh AS merupakan peningkatan tindakan keras Trump setelah penembakan terhadap dua anggota Garda Nasional di Washington DC pada 26 November.

Pemerintahan Trump menyoroti kasus tersebut untuk membenarkan pengetatan lebih lanjut terhadap kontrol imigrasi .

Dalam pengumuman larangan tersebut awal bulan ini, yang mencakup Mali dan Burkina Faso, para pejabat mengatakan bahwa pembatasan tersebut "diperlukan untuk mencegah masuknya warga negara asing yang informasinya tidak cukup bagi Amerika Serikat untuk menilai risiko yang mereka timbulkan. Merupakan tugas Presiden untuk mengambil tindakan guna memastikan bahwa mereka yang ingin memasuki negara kita tidak akan membahayakan rakyat Amerika."

Mali dan Burkina Faso telah berjuang untuk membendung kelompok-kelompok bersenjata yang menyebar dengan cepat di kedua negara tersebut.

Junta-junta tersebut bersumpah untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata setelah menggulingkan pemerintahan sipil karena ketidakamanan yang telah mengguncang sebagian besar wilayah tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.