Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Superkilonova, Gabungan Supernova dan Kilonova

📅 Selasa, 30 Des 2025, 05:12 WIB | Oleh:
Superkilonova, Gabungan Supernova dan Kilonova Doc: Caltech/K. Miller dan R. Hurt (IPAC)
Ket. Tahap akhir superkilonova: Bintang neutron bergabung

Ketika bintang paling masif mencapai akhir hidupnya, mereka meledak sebagai supernova dan menyebarkan unsur berat seperti karbon dan besi ke alam semesta. Ledakan lain, kilonova, terjadi saat dua bintang neutron bertabrakan dan membentuk unsur lebih berat seperti emas dan uranium, yang menjadi blok bangunan dasar bintang dan planet.

Sebelum peristiwa AT2025ulz, hanya satu kilonova yang terkonfirmasi, yakni GW170817 pada 2017, ketika dua bintang neutron bertabrakan dan menghasilkan gelombang gravitasi serta cahaya kosmik yang terdeteksi LIGO, Virgo, dan puluhan teleskop di seluruh dunia.

AT2025ulz kini menjadi kandidat kilonova kedua, meski kasusnya lebih kompleks karena diduga berasal dari ledakan supernova beberapa jam sebelumnya yang mengaburkan pengamatan astronom.

“Awalnya, selama sekitar tiga hari, letusan itu tampak persis seperti kilonova pertama pada tahun 2017,” kata Mansi Kasliwal (PhD ‘11) dari Caltech, profesor astronomi dan direktur Observatorium Palomar Caltech di dekat San Diego. “Semua orang berusaha keras untuk mengamati dan menganalisisnya, tetapi kemudian mulai tampak lebih seperti supernova, dan beberapa astronom kehilangan minat. Bukan kami,” tambahnya dikutip dari laman Caltech Edu.

Kasliwal merupakan penulis utama studi di The Astrophysical Journal Letters yang menyebut peristiwa ini mungkin merupakan superkilonova pertama, yakni kilonova yang dipicu oleh supernova—fenomena yang sebelumnya hanya diprediksi secara teoritis.

Petunjuk awal muncul pada 18 Agustus 2025, ketika detektor LIGO di AS dan Virgo di Italia menangkap sinyal gelombang gravitasi baru dan segera mengirimkan peringatan ke komunitas astronomi.

Pengamatan mengonfirmasi kemiripan awal dengan kilonova GW170817, yang memancarkan cahaya merah akibat unsur berat seperti emas. Namun beberapa hari kemudian, AT2025ulz berubah menjadi biru dan menunjukkan hidrogen dalam spektrumnya—ciri khas supernova, bukan kilonova. Hal ini membuat sebagian astronom menilai peristiwa tersebut sebagai supernova biasa yang tak terkait gelombang gravitasi.

Kasliwal menilai sejumlah petunjuk menunjukkan sesuatu yang tidak lazim. Data LIGO–Virgo mengindikasikan setidaknya satu bintang neutron bermassa lebih kecil dari Matahari, membuka kemungkinan penggabungan bintang neutron sub-surya.

Para ahli teori mengajukan dua skenario pembentukannya, yakni fisi bintang berotasi cepat atau fragmentasi melalui cakram material pascasupernova. Salah satu teori, yang dikemukakan Brian Metzger dari Universitas Columbia, menyebut dua bintang neutron kecil dapat terbentuk, berpasangan, lalu bertabrakan sebagai kilonova yang tertutup puing supernova.

Meski demikian, tim peneliti menegaskan bukti yang ada belum cukup untuk kesimpulan pasti. Satu-satunya cara mengujinya adalah menemukan lebih banyak peristiwa serupa. “Peristiwa kilonova di masa depan mungkin tidak akan terlihat seperti GW170817 dan mungkin disalahartikan sebagai supernova,” kata Kasliwal. ν hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Tinggalkan City, Rodri Perkuat Skuat Barcelona

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tinggalkan City, Rodri Perk...

Tim SAR Lakukan Penyisiran Lokasi Terdampak Gempa

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Tim SAR Lakukan Penyisiran ...

Tenun Goyor Hadapi Tantangan Regenerasi Penenun

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Tenun Goyor Hadapi Tantanga...
Olahraga
Manchester United Bidik Joa...
Megapolitan
Harga Daging Sapi Melonjak!...

BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
BUMDes Jadi Motor Ekonomi Desa

Penyaluran Bantuan Air Bersih di Semarang

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Penyaluran Bantuan Air Bers...
Ekonomi
Bencana Iklim dan Krisis En...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.