Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebakaran Panti Jompo di Manado, DPR Dorong Reformasi Standar Keselamatan dan Keamanan

📅 Selasa, 30 Des 2025, 13:20 WIB | Oleh:
Kebakaran Panti Jompo di Manado, DPR Dorong Reformasi Standar Keselamatan dan Keamanan Doc: antara foto
Ket. Keluarga korban kebakaran panti jompo di Manado.

JAKARTA - Anggota Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Maman Imanul Haq meminta pemerintah mereformasi standar keselamatan panti jompo di Indonesia.

Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Maman menyampaikan bahwa sistem keselamatan terhadap fasilitas panti jompo harus optimal, berkaca dari meninggalnya 16 lansia karena kebakaran yang melanda Panti Jompo Werdha Damai, Manado, Sulawesi Utara pada Minggu (28/12).

"Standar keselamatan kebakaran, kelaikan bangunan, jalur evakuasi serta kesiapsiagaan petugas harus dipastikan berjalan secara nyata, bukan sekadar formalitas," ucapnya.

Tragedi yang menimpa para korban, kata Maman, menjadi peringatan serius untuk Komisi VIII DPR RI mendorong evaluasi menyeluruh terhadap seluruh panti jompo dan panti sosial, baik milik swasta maupun negara.

Maman juga mendukung aparat untuk mengusut tuntas penyebab terjadinya kebakaran secara transparan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran standar keselamatan hingga lemahnya pengawasan.

Selain itu, pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, menurut Maman, dapat menyusun kebijakan perlindungan lansia yang lebih komprehensif.

Koordinasi lintas sektor, tutur Maman, menekankan hubungan Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dinas pemadam kebakaran, dan pengelola panti bersinergi bersama menjaga tata kelola yang baik terhadap sistem keselamatan panti jompo.

"Kehadiran negara harus dimulai sejak pencegahan dengan sistem perlindungan yang kuat bagi kelompok rentan, khususnya para lansia," ucapnya.

"Kami sangat berduka atas wafatnya para lansia akibat kebakaran di panti jompo. Mereka adalah kelompok paling rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal," tutur Maman melanjutkan.

Sebelumnya, Panti Jompo Werdha Damai mengalami kebakaran yang terjadi sekitar pukul 20.25 WITA. Api dengan cepat melalap sebagian besar bangunan.

Sejumlah korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena keterbatasan kondisi fisik. 16 lansia di Panti Jompo Werdha Damai menjadi korban atas insiden kebakaran tersebut.

Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi. Sementara itu, korban luka-luka menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manado, dan Rumah Sakit Awaloei Manado.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.