Nilai Tambah Berbuah Hasil, Ekspor Perikanan Olahan Maluku Melonjak 27,21%
📅 Jumat, 26 Des 2025, 07:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA-HO-KKP
AMBON – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mencatat ekspor komoditas perikanan olahan tumbuh signifikan sebesar 27,21 persen sepanjang 2025.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya nilai tambah sektor perikanan daerah, seiring penguatan standar mutu, keamanan produk, dan akses pasar ekspor.
Tren positif tersebut juga menunjukkan pergeseran dari ekspor bahan mentah menuju produk olahan bernilai ekonomi lebih tinggi, yang berpotensi memperkuat daya saing Maluku dalam rantai pasok perikanan global sekaligus mendorong pendapatan pelaku usaha dan nelayan lokal.
Kepala BKHIT Maluku Abdur Rohman di Ambon, Kamis (25/12), menyebutkantotal volume ekspor komoditas perikanan non hidup pada 2025 tercatat sebesar 10.234.061 kilogram. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian2024sebesar 8.045.316 kilogram.
“Ini menunjukkan tren pertumbuhan ekspor perikanan Maluku yang sangat positif,” kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, peningkatan volume ekspor tersebut sejalan dengan kenaikan nilai ekonomi dan perluasan pasar internasional.
Sepanjang 2025, nilai ekspor perikanan Maluku tercatat mencapai 54,30 juta dolar Amerika Serikat, meningkat dari 44,79 juta dolar AS pada2024.
Ia menuturkan, komoditas perikanan masih menjadi kontributor utama ekspor Maluku. Untuk komoditas non hidup, udang vanamei mendominasi ekspor dengan volume mencapai 9.028.379 kilogram atau sekitar 88,2 persen dari total ekspor non hidup.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dominasi udang vanamei mencerminkan tingginya permintaan pasar global terhadap komoditas unggulan Maluku yang telah memenuhi standar mutu, kesehatan, dan keamanan pangan negara tujuan,” ujarnya.
Selain komoditas non hidup, ekspor komoditas perikanan hidup juga mengalami peningkatan meskipun tidak sebesar non hidup.
Sepanjang 2025, volume ekspor komoditas hidup tercatat sebanyak 527.837 ekor, meningkat sekitar 4,9 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 503.310 ekor. Ikan kerapu menjadi komoditas hidup utama dengan kontribusi sekitar 37,9 persen.
Secara keseluruhan, BKHIT Maluku mencatat ekspor 11 jenis komoditas perikanan sepanjang 2025, yakni udang vanamei, tuna, kembung, gurita, todak, kepiting bakau, kerapu, kakap, kerang darah, kakaktua, dan raja bau. Keberagaman komoditas tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya perikanan Maluku.
Adapun negara tujuan ekspor komoditas perikanan asal Maluku meliputi China, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Thailand, Vietnam, Hong Kong, Singapura, dan Arab Saudi. Luasnya jangkauan pasar ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan mitra dagang internasional terhadap produk perikanan Maluku.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil sinergi antara BKHIT Maluku, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan terkait dalam menjaga mutu dan kelancaran ekspor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!