Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Tahun Baru 2026, MinyaKita di Temanggung Naik Duluan

📅 Jumat, 26 Des 2025, 16:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Tahun Baru 2026, MinyaKita di Temanggung Naik Duluan Doc: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak.
Ket. Pedagang menata minyak goreng Minyakita yang dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta.

TEMANGGUNG – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, harga minyak goreng merek MinyaKita di sejumlah pasar di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ikut “naik kelas”.

Alih-alih bertahan di Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, harga MinyaKita justru melampaui batas resmi. Kondisi ini membuat konsumen harus merogoh kocek lebih dalam, terutama saat kebutuhan dapur cenderung meningkat di akhir tahun.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung Ponco Marbagyo di Temanggung, Jumat (26/12), mengatakan harga MinyaKita sesuai HET Rp15.700 per liter tetapi harga di pasaran sudah mencapai Rp18.000 per liter.

Menurut dia, stok MinyaKita di Bulog sementara ini telah habis digunakan untuk bantuan pangan pada masyarakat kurang mampu menjelang akhir tahun ini.

Ia mengatakan sebagai upaya stabilisasi harga di pasaran Dinkopdag Kabupaten Temanggung bersama Bulog melakukan skema penyaluran langsung ke pengecer.

Upaya ini untuk memutus mata rantai penyaluran MinyaKita yang membuat biaya distribusi membengkak hingga memicu kenaikan harga.

Menurut dia, penyaluran MinyaKita nantinya dilakukan tanpa melalui distributor agar rantai distribusi lebih efisien dan harga tetap terjangkau di tingkat konsumen.

"Penyaluran HET itu nanti diutamakan melalui Bulog maupun id food, saat ini masih proses, jadi untuk stok dari produsen ke Bulog masih ada jedanya, karena stok yang kemarin itu cukup banyak sebetulnya tapi dialokasikan untuk bantuan pangan," katanya.

Meskipun pemerintah sudah menetapkan HET Rp15.700 per liter untuk Minyakita, di banyak tempat harga jual di pasar masih lebih tinggi dari batas itu, baik secara rata-rata nasional maupun temuan langsung di pasar.

Pemerintah sedang menindak pelanggaran dan menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap pelaku usaha yang melanggar aturan ini.

Sebelumnya, Minyakita dijual di beberapa pasar dengan harga sekitar Rp16.000 per liter, lebih tinggi dari HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Temuan ini terjadi saat Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog, dan Satgas Pangan melakukan inspeksi pasar, dan langsung ditindaklanjuti untuk penegakan aturan harga.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ada dua perusahaan produsen yang menaikkan harga Minyakita hingga sekitar Rp18.000 per liter, di atas HET.

Pemerintah mewanti-wanti pelaku usaha yang melanggar aturan HET bisa dikenai sanksi keras, termasuk pencabutan izin usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.