Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Katto Bokko di Maros Tetap Lestari, Warisan Budaya Kekaraengan Marusu yang Terus Dijaga

📅 Minggu, 05 Apr 2026, 10:34 WIB | Oleh:
Tradisi Katto Bokko di Maros Tetap Lestari, Warisan Budaya Kekaraengan Marusu yang Terus Dijaga Doc: Antara Foto
Ket. Pemangku Adat Kekaraengang Marusu Abd Waris Karaeng Sioja yang memimpin tradisi adat "Katto Bokko"(pesta panen) yang digelar Kekaraengang Marusu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4).

Kekaraengan (Kerajaan) Marusu di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melestarikan tradisi “Katto Bokko” (pesta panen) yang menjadi warisan budaya turun-temurun masyarakat setempat hingga saat ini.

Pemangku Adat Kekaraengan Marusu Abd Waris Karaeng Sioja di Maros, Sabtu, mengatakan salah satu upaya pelestarian dilakukan dengan mempertahankan nilai kegotongroyongan dan kebersamaan antara pihak kerajaan dan masyarakat.

Menurut dia, meski sistem pemerintahan kerajaan tidak lagi berjalan seperti masa lampau, semangat kolektif dalam mempersiapkan dan melaksanakan pesta adat tetap dijaga dengan baik oleh seluruh elemen masyarakat.

“Nilai kebersamaan ini menjadi kunci utama agar tradisi 'Katto Bokko' tetap hidup dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.

Selain itu, kearifan lokal juga terus dipertahankan, terutama dalam aspek pertanian yang menjadi bagian penting dari rangkaian tradisi tersebut.

Ia menjelaskan masyarakat masih menggunakan varietas padi unggulan warisan leluhur yang telah ditanam secara turun-temurun karena terbukti tahan terhadap hama dan penyakit.

20260405103434_IMG_20260404_095541_copy_1200x1296.jpg

Varietas padi yang dikenal dengan nama "ase lapang" dan "ase Banda" tersebut juga dikenal memiliki bulir yang besar dan kualitas hasil panen yang baik, sehingga tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Sementara itu, Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMi) Makassar Dr Hadawiah Harita menilai kuatnya tradisi Katto Bokko tidak terlepas dari peran komunikasi budaya yang terus terjaga.

Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi dapat tetap dipahami karena adanya proses penerjemahan makna budaya yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Tradisi budaya yang masih dipegang teguh ini menunjukkan bahwa komunikasi budaya berjalan efektif, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat terus dipahami dan dijalankan oleh masyarakat lintas generasi,” ujarnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, Kekaraengan Marusu optimistis tradisi Katto Bokko akan terus lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Channel Bang one
Channel Bang one
05 Apr 2026, 10:58 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.