Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ungkap Riset Energi Terbarukan, Akademisi Indonesia Raih Penghargaan Internasional di Korea Selatan

📅 Kamis, 25 Des 2025, 09:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ungkap Riset Energi Terbarukan, Akademisi Indonesia Raih Penghargaan Internasional di Korea Selatan Doc: ITPLN
Ket. Ketua Pusat Kajian Advanced Energy and Power System Solution (AEPS2), Institut Teknologi PLN (ITPLN) Dr Marwan Rosyadi saat memaparkan risetnya dalam ajang International Conference on Electrical Machines and Systems (ICEMS) 2025 yang digelar di Busan, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Ketua Pusat Kajian Advanced Energy and Power System Solution (AEPS2), Institut Teknologi PLN (ITPLN), Dr Marwan Rosyadi meraih Best Presentation Award dalam International Conference on Electrical Machines and Systems (ICEMS) 2025 di Busan, Korea Selatan.

Penghargaan ini diraih setelah ia mempresentasikan riset tentang stabilitas frekuensi sistem tenaga listrik berbasis energi terbarukan dalam gelaran tersebut.

"Penghargaan ini merupakan kehormatan dan apresiasi yang sangat berarti. Ini menjadi validasi bahwa topik riset yang saya angkat, khususnya terkait stabilitas frekuensi pada sistem tenaga berbasis energi terbarukan, memiliki relevansi global," kata Marwan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Marwan mengatakan capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan untuk terus mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak nyata bagi pengembangan sistem tenaga listrik modern.

"Setiap presentasi diuji secara kritis, baik dari sisi teori, metodologi, maupun implementasi praktis. Pengalaman ini menunjukkan bahwa peneliti Indonesia mampu bersaing secara setara di forum internasional, selama riset yang dilakukan memiliki kebaruan, kedalaman analisis, dan relevansi terhadap tantangan global," kata dia.

Dalam forum tersebut, Marwan mempresentasikan makalah berjudul Virtual Inertia Control for Grid-Connected Wind Farms: A Novel Approach to Frequency Stability Enhancement.

Penelitian ini menyoroti persoalan menurunnya natural inertia sistem tenaga listrik akibat meningkatnya penetrasi pembangkit berbasis inverter, seperti pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dan surya (PLTS).

Penurunan inertia tersebut, kata Marwan, menyebabkan sistem menjadi lebih rentan terhadap gangguan, ditandai dengan deviasi frekuensi yang berlangsung lebih cepat.

Hasil penelitian menunjukkan pendekatan tersebut mampu meningkatkan frequency nadir serta meredam rate of change of frequency (RoCoF) secara signifikan tanpa memerlukan perubahan perangkat keras utama.

"Ini membuatnya lebih mudah diimplementasikan dan relevan untuk sistem tenaga masa depan dengan penetrasi energi terbarukan yang tinggi," ujar Marwan.

Melalui riset tersebut, Marwan berharap temuannya dapat menjadi jembatan antara kebutuhan menjaga stabilitas sistem tenaga listrik dan agenda transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Sistem Pilkada Perlu Direformasi

20 menit yang lalu | Ones

Nasional
Sistem Pilkada Perlu Direfo...
Daerah
Tingkatkan Kinerja, Pemkot ...

Wisatawan Mancanegara Ikut Berbelanja ke Pasar Tanah Abang

32 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Wisatawan Mancanegara Ikut ...
Luar Negeri
Kedubes Desak Warga AS Ting...

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

Gawat Terus Bertambah! Jumlah Migran Tewas Saat Masuki Ceuta dari Maroko Capai 90 Orang

02 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.