Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ratusan Santri di Cimanggung, Sumedang, Keracunanan Massal Makanan

📅 Selasa, 23 Des 2025, 14:10 WIB | Oleh:
Ratusan Santri di Cimanggung, Sumedang, Keracunanan Massal Makanan Doc: antara foto
Ket. Santriwati di Cimanggung, Sumedang mendapatkan perawatan medis usai keracunan makanan.

SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang, Jawa Barat, memastikan seluruh biaya perawatan medis para korban keracunan massal yang menimpa santri di Pondok Pesantren Nuurush Sholah, Cimanggung, ditanggung sepenuhnya oleh negara.

​Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir di Sumedang, Selasa (23/12), mengatakan pihaknya merasa prihatin atas musibah ini dan akan memastikan kondisi para santri agar mendapatkan penanganan optimal.

"Pemerintah daerah prihatin atas musibah ini. Untuk pembiayaan seluruh pasien akibat kejadian ini, semuanya ditanggung oleh pemerintah daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan tercatat hingga hari ini lebih dari 100 santri terpaksa mendapatkan perawatan medis di berbagai fasilitas kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari seorang donatur dalam sebuah kegiatan di pesantren.

​Bupati Dony juga menambahkan bahwa kondisi korban kian membaik dan menunjukkan progresif pemulihan yang signifikan.

​Ia mengimbau kepada seluruh pengelola lembaga pendidikan dan pesantren untuk lebih selektif dan waspada dalam menerima bantuan makanan dari luar dan berharap para santri dapat segera sehat kembali dan melanjutkan aktivitas belajar serta mendapatkan bimbingan keagamaan di pesantren dengan tenang.

​"ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Penting untuk selalu melakukan pengecekan berkala terhadap jenis dan kelayakan makanan yang dikonsumsi di lingkungan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang kembali," ucapnya.

Sebelumnya Kepolisian Resor (Polres) Sumedang menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) usai kejadian keracunan 116 santri yang terjadi di Pesantren Nuurush Sholaah pada Jumat (19/12) malam.

Kapolsek Cimanggung Kompol Aan Supriatna menyebut dugaan penyebab keracunan tersebut adalah makanan katering pengajian Jumat malam.

“Para santri ini keracunan setelah melaksanakan menggelar acara pengajian di malam Jumat kemarin, sehingga Polres Sumedang menurunkan tim dari Inafis untuk pengecekan laboratorium,” ujarnya kepada ANTARA Sabtu (20/12) dini hari.

Ia juga menegaskan kejadian itu tidak berkaitan sama sekali dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pesantren tidak menerima program tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.