Teknikal Mulai Berpihak, IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Positif
📅 Senin, 22 Des 2025, 23:59 WIB | Oleh: Muchamad Ismail
Doc: ANTARA FOTO/ Bayu Pratama S.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif, Selasa (23/12). Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi kombinasi sentimen internal dan eksternal.
Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang menyatakan, dari sisi teknikal, pegerakan IHSG, Senin (22/12), ditutup di bawah moving average 5 hari (MA5), namun masih bertahan di atas MA20. Indikator Stochastic RSI masih berada di area oversold, dengan volume beli mulai menunjukkan peningkatan.
Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, IHSG dalam perdagangan, Selasa (23/12), berpotensi bergerak menguat untuk menguji area 8.680 hingga 8.700.
Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari pertumbuhan likuiditas. Uang beredar dalam arti luas (M2) pada November 2025 tumbuh 8,3% secara tahunan (YoY), lebih tinggi dibandingkan Oktober 2025 yang sebesar 7,7% YoY.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan tabungan rupiah, tagihan bersih kepada pemerintah, penyaluran kredit, serta aktiva luar negeri bersih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari eksternal, Bank Sentral Tiongkok (PBoC) mempertahankan suku bunga pinjaman tenor 1 tahun dan 5 tahun masing-masing di level 3% dan 3,5% pada Desember 2025. Kebijakan ini mengindikasikan belum adanya urgensi tambahan stimulus moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Sementara dari Amerika Serikat (AS), investor menantikan rilis data Durable Goods Orders Oktober 2025 yang diperkirakan tumbuh 0,3% secara kuartalan, serta data estimasi kedua pertumbuhan ekonomi AS kuartal III-2025 yang diproyeksikan tetap di level 3,2%.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/12) sore, ditutup menguat menguat 36,29 poin atau 0,42 persen ke posisi 8.645,83, seiring sentimen positif menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,19 poin atau 0,73 persen ke posisi 859,72.
"Dari domestik, window dressing, Nataru dan dividen play menjadi sentimen positif menuju awal tahun," ujar Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa saat dihubungi di Jakarta.
Dari mancanegara, Reydi mengatakan sentimen yang menggerakkan pasar saham, yaitu seiring adanya proyeksi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral global pada tahun 2026.
"Itu bisa buat pasar saham menguat dan memicu inflow asing masuk ke IHSG," ujar Reydi.
Di sisi lain, ujarnya pula, pelaku pasar tengah mencermati pergerakan dana asing menuju akhir tahun 2025, terutama dengan ekspektasi tren penurunan suku bunga lanjutan pada 2026, serta January Effect yang dapat membuat saham- saham.perbankan berpotensi diserbu oleh investor asing.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!