Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gara-gara Insiden Bondi Beach, PM Albanese Diminta Mundur

📅 Senin, 22 Des 2025, 22:47 WIB | Oleh:
Gara-gara Insiden Bondi Beach, PM Albanese Diminta Mundur Doc: AFP/MIKE BOWERS
Ket. Anthony Albanese

MOSKOW - Lebih dari 310.000 orang menandatangani petisi yang menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Australia Anthony Albanese serta perubahan kebijakan migrasi, menyusul serangan teroris mematikan di Pantai Bondi, Sydney, ungkap platform Change.org tempat petisi itu dipublikasikan.

Tekanan publik terhadap PM Albanese itu meningkat setelah pada 21 Desember ia mendapat cemoohan dari massa saat menghadiri upacara peringatan bagi para korban serangan tersebut.

Aparat keamanan terpaksa mengawal perdana menteri dan istrinya meninggalkan lokasi demi keselamatan. Sejumlah laporan media menyebutkan massa meneriakkan kecaman, seraya menyebut Albanese lemah, dan menuduhnya “berlumuran darah”.

Dalam teks petisi, para penggagas menyatakan bahwa tragedi di Bondi Beach—yang digambarkan sebagai penembakan massal yang menewaskan banyak warga sipil tak bersalah—menjadi pengingat mendesak perlunya langkah tegas untuk melindungi komunitas.

Mereka juga menyoroti kekhawatiran luas terhadap imigrasi massal, yang menurut mereka ditentang oleh sebagian besar masyarakat Australia. Kebijakan pemerintah dinilai tidak sejalan dengan opini publik dan justru memperlebar jarak antara pemerintah dan rakyat.

Petisi itu menyerukan kebijakan yang jelas dan dapat ditindaklanjuti, termasuk pengetatan proses penyaringan bagi pendatang demi menjamin keselamatan warga.

Serangan terjadi pada 14 Desember ketika dua pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan warga di Pantai Bondi.

Polisi New South Wales mengidentifikasi pelaku sebagai seorang pria berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun. Sedikitnya 16 orang tewas, termasuk salah satu pelaku, dan sekitar 40 lainnya luka-luka.

Media Israel, Kan, melaporkan serangan berlangsung saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat.

Polisi negara bagian kemudian menyatakan bahwa tim penjinak bom berhasil melucuti dua alat peledak rakitan yang ditemukan di lokasi kejadian, memperkuat kekhawatiran atas eskalasi ancaman keamanan di Australia. Ant/Ria Novosti/Sputnik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.