Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AFCON 2025: Misi Terakhir Mohamed Salah, Konflik di Liverpool, dan Bayang-bayang Hengkang ke Arab Saudi

📅 Senin, 22 Des 2025, 07:04 WIB | Oleh:
AFCON 2025: Misi Terakhir Mohamed Salah, Konflik di Liverpool, dan Bayang-bayang Hengkang ke Arab Saudi Doc: AFP
Ket. Kapten Timnas Mesir, Mohamed Salah.

KAIRO, MESIR - Ketika Mesir menjuarai Piala Afrika 2010 dan mengoleksi gelar ketujuh, nyaris tak ada yang menduga itu akan menjadi penantian panjang berikutnya. Sejak meraih tiga gelar beruntun, The Pharaohs justru akrab dengan kekecewaan di turnamen kontinental.

Mesir kalah dari Kamerun di final AFCON 2017 meski sempat unggul lewat Mohamed Elneny. Empat tahun kemudian, mereka kembali tersandung di final AFCON 2021, kali ini lewat adu penalti, meski kiper Gabaski sempat menjadi pahlawan dengan menggagalkan eksekusi Sadio Mane. Rangkaian hasil pahit itu membuat Mesir melangkah ke AFCON 2025 dengan satu misi jelas: mengembalikan dominasi Afrika dan merebut gelar kedelapan.

Di pusat ambisi itu berdiri Mohamed Salah, kapten sekaligus ikon yang dua kali nyaris mengangkat trofi. Kini berusia 33 tahun, AFCON 2025, penampilan kelimanya dan yang ketiga sebagai kapten, bisa jadi kesempatan terakhir bagi Salah untuk menutup satu-satunya lubang besar dalam prestasinya.

Performa Salah di Anfield musim ini tergolong tidak biasa. Produktivitasnya menurun signifikan dibanding musim-musim terbaiknya.

Pada musim 2025–26, Salah baru mencetak lima gol dari 20 penampilan di semua ajang, kontras dengan musim 2024–25 saat ia mengemas 34 gol dari 52 laga dan meraih PFA Player of the Year untuk ketiga kalinya. Data FBref menunjukkan ia lebih jarang menembak, lebih sering melepas tembakan dari jarak jauh, dan lebih sedikit menyentuh bola di kotak penalti (6,79 sentuhan per laga) dibandingkan musim-musim sebelumnya di Merseyside.

Penurunan efisiensi itu beriringan dengan ketegangan di bawah pelatih Arne Slot. Situasi memuncak ketika Salah dicadangkan dalam tiga laga Liga Inggris berturut-turut, termasuk hasil imbang 3-3 melawan Leeds United. Komentar publik Salah, yang mengisyaratkan dirinya diperlakukan berbeda, memicu badai di media dan berujung absennya ia dari skuad pada laga penting Liga Champions kontra Inter Milan.

Slot menyatakan masalah internal telah diselesaikan dan Salah disebut telah meminta maaf kepada rekan setim, namun bayang-bayang kontroversi tetap mengikuti langkahnya menuju tugas internasional.

Meski meneken perpanjangan kontrak pada bulan April 2025 hingga 2027, masa depan jangka pendek Salah kini terasa tak pasti. Retaknya relasi dengan Slot kembali memanaskan rumor kepindahan ke Saudi Pro League, dengan Al Hilal dan Al Ittihad dilaporkan memantau situasi jelang jendela transfer Januari.

Sejumlah pengamat menilai pernyataan Salah yang mengaku belum tahu apa yang terjadi setelah AFCON, terdengar seperti salam perpisahan. Jika tawaran besar datang, Liverpool bisa tergoda melepas bintang yang kian berseberangan dengan rezim taktik saat ini, membuka jalan bagi transfer besar terakhir dalam kariernya.

Bagi Salah, AFCON bukan sekadar turnamen—melainkan misi pribadi. Ia kerap menyebut trofi untuk negara akan bermakna melebihi penghargaan individual atau klub. Kekalahan final 2017 di Libreville dan 2021 di Yaoundé masih membekas pada pemain yang telah meraih hampir semua gelar di level klub.

Mesir tergabung di Grup B bersama Zimbabwe, Afrika Selatan, dan Angola. Tekanan pada Salah untuk memimpin dari depan sangat besar. Namun, sejarah menunjukkan seragam timnas sering memantik performa terbaiknya. Di Maroko nanti, inilah peluang untuk menentukan warisan di luar Liga Inggris dan menghadirkan trofi yang lama dinanti publik Mesir.

Meski sorotan selalu tertuju pada sang kapten, skuad Mesir 2025 menunjukkan kedalaman yang lebih baik—bukan lagi tim satu orang.

Omar Marmoush

Winger Manchester City ini menjadi sumber kreativitas penting. Kecepatan dan keberaniannya menembus blok rendah bisa mengurangi beban defensif Salah, terutama melawan tim yang bertahan rapat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Kawasan Teluk Protes Keras ...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.