Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teror Beruang: Jepang Kembangkan Pelacakan dengan AI

📅 Sabtu, 20 Des 2025, 22:15 WIB | Oleh:
Teror Beruang: Jepang Kembangkan Pelacakan dengan AI Doc: AFP

TOKYO - Jepang tengah mengembangkan sistem baru yang memanfaatkan teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi dan melacak beruang secara otomatis, menyusul meningkatnya kasus serangan hewan liar itu terhadap manusia.

Sistem yang dikembangkan oleh D-Academy Tohoku di Prefektur Akita itu mampu mendeteksi beruang dan membagikan lokasi keberadaan mereka ke pihak berwenang lewat ponsel.

Otoritas setempat disebut sangat tertarik dengan sistem baru tersebut, yang diharapkan bisa mulai digunakan tahun depan.

Sistem itu menggunakan drone berukuran panjang 98 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 48 cm, yang dilengkapi dengan kamera penglihatan malam dan kamera inframerah untuk mendeteksi suhu.

Begitu laporan penampakan beruang diterima, drone akan diterbangkan untuk mengambil gambar yang akan dianalisis dengan perangkat lunak AI di komputer. Jika beruang ditemukan, pesawat tanpa awak itu akan beralih ke penerbangan otonom dan melacak hewan tersebut.

Dengan durasi terbang maksimal satu jam, drone akan menyerahkan tugas pengawasan ke pesawat lain jika daya baterainya menipis.

Data lokasi yang diperoleh melalui GPS dibagikan secara seketika kepada pemerintah, polisi, dan tim pemburu melalui aplikasi di ponsel.

D-Academy meningkatkan akurasi deteksi AI dengan mengumpulkan foto-foto beruang hitam dan cokelat dari kebun binatang di Kitaakita.

Hasilnya, sistem tersebut mampu mengidentifikasi hewan-hewan itu, bahkan ketika sebagian besar tubuh mereka tertutup, sesuatu yang sulit dilakukan dengan penglihatan manusia.

Kanako Ishii dari D-Academy mengatakan dengan sistem ini "sedikit orang bisa mencari beruang di area yang luas" dan deteksi dini akan memberikan lebih banyak pilihan daripada membunuh hewan itu.

"Kami berharap bisa menciptakan sebuah sistem yang meminimalkan pertemuan tak diinginkan antara manusia dan beruang serta mendukung pemisahan yang lebih baik di antara keduanya," kata dia.

Beberapa perusahaan lain juga telah mengembangkan sistem serupa. NTT Docomo Business bekerja sama dengan sebuah desa di Prefektur Fukushima untuk menemukan beruang secara visual dengan drone sejak Oktober. Fujitaka pada November mulai menawarkan drone pendeteksi beruang yang juga dilengkapi dengan AI.

Jumlah korban serangan beruang di Jepang tahun ini mencapai 196 orang hingga Oktober, rekor tertinggi untuk periode tujuh bulan dalam lima tahun terakhir, menurut Kementerian Lingkungan Jepang pada 17 November. Ant/Kyodo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.