Momen Mengharukan: Prabowo Dampingi ART dan Pedagang Seblak Terima Rumah
📅 Sabtu, 20 Des 2025, 20:24 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Serang, Banten, Sabtu, dengan duduk berdampingan bersama seorang asisten rumah tangga dan pedagang seblak, simbol keberpihakan negara kepada rakyat kecil dalam akses hunian layak.
Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo duduk bersebelahan dengan Ayu, seorang asisten rumah tangga (ART), dan Fauzi Nurdian, pedagang seblak, yang menjadi penerima manfaat program perumahan bersubsidi.
Kehadiran dan posisi duduk Ayu dan Fauzi di samping Presiden menjadi simbol kuat keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.
Momen itu menegaskan bahwa program rumah subsidi benar-benar menyasar rakyat yang selama ini kerap kesulitan mengakses hunian layak karena penjual seblak dan ibu ART dengan gajinya bisa mendapatkan rumah.
"Jadi, sekarang, hari ini saya merasa gembira, walaupun saya sadar perjalanan masih jauh, cita-cita kita masih jauh. 29 juta rakyat kita masih belum punya rumah. Jadi, Pak Ara (Menteri PKP Maruarar Sirait) kerja keras, semua menteri kita kompak, kita cari jalannya. Kalau ada kehendak, pasti ada jalan," kata Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program KPR FLPP merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja sektor informal, terhadap hunian layak.
Melalui program ini, penerima manfaat dapat memiliki rumah dengan skema pembiayaan bersubsidi.
Program ini menjadi bukti bahwa kebijakan perumahan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau pekerja sektor informal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang ibu rumah tangga dengan penghasilan terbatas dan seorang tukang seblak kini dapat memiliki rumah melalui program perumahan bersubsidi yang digencarkan oleh Presiden Prabowo melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Presiden Prabowo menyatakan apresiasinya atas capaian program perumahan bersubsidi, meski mengakui masih terdapat tantangan besar di sektor perumahan nasional.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa penerima manfaat program perumahan berasal dari berbagai latar belakang dengan kondisi ekonomi yang beragam.
"Mereka menolak menyerah dengan situasi yang sulit. Kadang-kadang izin, Pak, ada yang single parent. Ada yang suaminya tidak ada pekerjaan. Ada yang suaminya sakit, tapi mereka bekerja keras," ujar Maruarar.
Ia juga menyinggung salah satu penerima manfaat, Ayu, yang berprofesi sebagai ART dan kini dapat memiliki rumah atas namanya sendiri melalui program tersebut.
Program perumahan bersubsidi ini ditargetkan untuk terus diperluas guna mengurangi backlog perumahan nasional dan meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!