Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanggul NCICD Hampir Rampung, Gubernur Pramono Pastikan Perlindungan Warga dari Banjir Rob

📅 Jumat, 19 Des 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Tanggul NCICD Hampir Rampung, Gubernur Pramono Pastikan Perlindungan Warga dari Banjir Rob Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Tanggul National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Ancol Barat, Pademangan, Jakarta Utara, pada Jumat (19/12).

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung pembangunan tanggul pengaman pantai National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di kawasan Ancol Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (19/12). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proyek strategis pengendalian banjir rob tersebut berjalan sesuai target dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

Dalam peninjauan itu, Pramono didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum serta Wali Kota Administrasi Jakarta Utara Hendra Hidayat. Ia menyampaikan bahwa pembangunan tanggul NCICD fase A di Ancol Barat memiliki panjang sekitar 2,1 kilometer dan kini hampir rampung.

"Saya mendapatkan laporan bahwa pembangunan sepanjang 2,1 kilometer ini progresnya sudah lebih dari 90 persen, sekitar 92 sampai 95 persen," ujar Pramono. Ia menegaskan pembangunan tanggul ini merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam melindungi wilayah pesisir dari banjir rob.

Pramono menjelaskan, dari total panjang tanggul 28,2 kilometer yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, saat ini telah terbangun sepanjang 11,82 kilometer. Artinya, masih terdapat sekitar 16,4 kilometer tanggul yang perlu diselesaikan secara bertahap.

Ia meminta agar pembangunan tanggul pengaman pantai terus dilanjutkan dengan skema multi-years hingga 2029. Menurutnya, penyelesaian menyeluruh sangat penting demi perlindungan jangka panjang bagi warga Jakarta yang tinggal di kawasan pesisir.

Gubernur Pramono menilai, rampungnya tanggul di Ancol Barat akan memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian banjir rob di wilayah tersebut. Ia menyebut, sejumlah segmen tanggul juga menjadi tanggung jawab Pelindo dan Kementerian Pekerjaan Umum.

"Namun untuk segmen yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, saya minta harus diselesaikan karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat," jelasnya. Ia menambahkan, pengendalian banjir rob merupakan bagian dari pelayanan publik dasar yang harus diprioritaskan pemerintah daerah.

Selain fungsi perlindungan, Pramono juga menekankan pentingnya penataan kawasan di sekitar tanggul. Ia meminta agar pembangunan tidak hanya menghadirkan struktur beton, tetapi juga dilengkapi unsur estetika dan ruang publik yang ramah warga.

Menurutnya, kawasan tanggul Ancol Barat memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai ruang edukatif. Ke depan, area tersebut dapat menjadi lokasi kunjungan pelajar untuk mengenal laut dan sistem pengendalian banjir secara langsung.

Untuk mendukung hal tersebut, Dinas SDA DKI Jakarta telah diberikan izin berkolaborasi dengan PT Pembangunan Jaya Ancol dalam melakukan beautifikasi kawasan. Dengan kolaborasi ini, area tanggul direncanakan dapat dibuka untuk umum setelah penataan selesai.

"Saya optimistis dalam dua hingga empat bulan ke depan kawasan ini akan terlihat lebih indah seiring dengan penanaman pohon dan penyelesaian penataan," kata Pramono. Ia berharap, setelah pembangunan dan beautifikasi rampung, persoalan banjir rob di Ancol Barat dapat ditangani secara optimal.

Sebagai informasi, pembangunan tanggul NCICD merupakan langkah adaptif untuk menghadapi ancaman banjir rob akibat naiknya permukaan air laut. Sejumlah kawasan pesisir Jakarta saat ini diketahui telah berada di bawah permukaan laut.

Khusus di Ancol Barat, pembangunan tanggul dilakukan sepanjang 2.106,9 meter dan dilengkapi lansekap seluas 5.100 meter persegi. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan pesisir Jakarta.

Rincian pembangunan tanggul Ancol Barat meliputi Segmen Asahimas sepanjang 1.205 meter dan Segmen Ancol Seafront sepanjang 901,9 meter. Total panjang tanggul yang telah dibangun di kawasan ini mencapai 2.106,9 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.