Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengelolaan Keuangan Negara Buruk

📅 Jumat, 19 Des 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

 Namun kami melihat tanpa reformasi tata kelola dan pengawasan, TKD berpotensi menjadi dana rutin yang tidak menjawab ketimpangan wilayah maupun kualitas layanan publik. APBN kembali gagal menggunakan instrumen fiskalnya untuk mendorong perubahan struktural di daerah. Defisit keseimbangan primer Rp82,2 triliun membuktikan bahwa negara belum mampu membiayai belanja dasarnya tanpa utang baru.

Yang tidak kalah penting tutup dia, APBN 2025 semakin menjauh dari perannya sebagai instrumen transformasi ekonomi dan keadilan sosial. APBN lebih berfungsi sebagai alat stabilisasi jangka pendek dan pembiayaan rutinitas negara, bukan sebagai penggerak reformasi struktural. Defisit yang aman hari ini bisa menjadi krisis fiskal laten di masa depan jika terus dibiarkan tanpa koreksi kebijakan yang tegas. Masalah APBN 2025 bukan pada besarnya defisit, melainkan pada kualitas kebijakan fiskalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.