Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

6 Hari Diburu, Pelaku Penembakan di Kampus Universitas Brown AS Ditemukan Tewas

📅 Jumat, 19 Des 2025, 14:10 WIB | Oleh:
6 Hari Diburu, Pelaku Penembakan di Kampus Universitas Brown AS Ditemukan Tewas Doc: AP
Ket. Warga berkumpul di luar fasilitas penyimpanan tempat tersangka penembakan di Universitas Brown ditemukan tewas Kamis (18/12) di Salem, N.H.

JAKARTA - Terduga pelaku penembakan massal di Universitas Brown, AS pekan lalu ditemukan tewas di sebuah fasilitas penyimpanan di Salem, New Hampshire, setelah perburuan enam hari di beberapa negara bagian, kata polisi.

Menurut laporan BBC, polisi mengidentifikasi tersangka bernama Claudio Neves Valente, berusia 48 tahun, warga negara Portugal yang belajar di universitas di Providence, Rhode Island, sekitar 25 tahun lalu.

Kepala polisi Providence, Oscar Perez, mengatakan bukti video dan informasi dari masyarakat mengarahkan para penyelidik ke lokasi penyewaan mobil tempat mereka menemukan nama tersangka dan mencocokkannya dengan orang yang mereka cari.

Para pejabat mengatakan mereka juga percaya Valente membunuh seorang profesor Massachusetts Institute of Technology dua hari setelah penembakan 13 Desember di Brown.

Jaksa Agung Rhode Island, Peter, mengatakan Valente ditemukan tewas dengan sebuah tas dan dua senjata api. Bukti di dalam mobil di dekatnya cocok dengan lokasi penembakan di Universitas Brown di Providence.

Temuan awal menunjukkan Valente meninggal karena luka tembak yang dilakukannya sendiri, dan polisi tidak dapat berkomentar tentang berapa lama dia mungkin berada di dalam unit penyimpanan tersebut.

"Meskipun tersangka ditemukan tewas malam ini, pekerjaan kami belum selesai. Ada banyak pertanyaan yang perlu dijawab," kata Agen Khusus FBI yang bertanggung jawab, Ted Docks. FBI telah mengerahkan sekitar 500 agen untuk membantu otoritas setempat dalam penyelidikan.

Rektor Universitas Brown, Christina Paxson, mengatakan Valente terdaftar di sekolah Ivy League tersebut dari musim gugur tahun 2000 hingga musim semi tahun 2001, dan sedang belajar untuk meraih gelar PhD di bidang fisika.

Dia "tidak memiliki afiliasi aktif saat ini" dengan Brown, katanya.

Para pejabat yakin Valente menembak dan membunuh profesor MIT Nuno F Gomes Loureiro, 47 tahun, pada hari Senin di rumahnya di Brookline, yang berjarak sekitar 80 km dari Providence.

Baik korban maupun tersangka pernah belajar di universitas yang sama di Portugal pada akhir tahun 1990-an, kata polisi.

Para pejabat mengatakan kasus-kasus tersebut dikaitkan ketika kendaraan tersangka teridentifikasi melalui rekaman CCTV dan seorang saksi di Universitas Brown.

Mobil yang sama terlihat di dekat lokasi penembakan profesor di Brookline, Massachusetts.

"Dia menggunakan telepon yang menyulitkan pelacakan," kata Leah B Foley, jaksa negara bagian AS yang mewakili Massachusetts.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.