Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Tingkatkan Pembatasan Investasi pada Perusahaan Militer China

📅 Kamis, 18 Des 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Tingkatkan Pembatasan Investasi pada Perusahaan Militer China Doc: Antara
Ket. Pentagon atau Gedung Departemen Perang Amerika Serikat.

Washington - Departemen Perang Amerika Serikat (AS) atau Pentagon akan memberlakukan pembatasan pada korporasi yang berbisnis dengan perusahaan yang terdaftar dalam daftar 1260H, yang mengidentifikasi entitas yang diduga mendukung Tentara Pembebasan Rakyat atau Partai Komunis China.

"Kantor kami menerbitkan daftar 1260H tahunan perusahaan militer China yang beroperasi di AS, guna memberikan transparansi penting dalam masalah ini," kata Michael Cadenazzi, Asisten Menteri Perang AS untuk Kebijakan Basis Industri di Pentagon pada Rabu (17/12).

"Segera, kami akan berupaya menegakkan wewenang Pasal 805 yang melarang pemerintah untuk memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan-perusahaan yang terkait dengan perusahaan-perusahaan dalam daftar 1260H," tambahnya dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Atlantic Council.

Menurut Cadenazzi, saat ini terdapat sekitar 200 perusahaan yang masuk dalam daftar 1260H. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring AS memperoleh lebih banyak informasi dari negara sekutu dan Kongres.

Pembaruan terbaru daftar 1260H dipublikasikan pada Januari dan mencantumkan lebih dari 130 entitas yang diduga bekerja sama dengan militer China. Entitas tersebut mencakup maskapai penerbangan, perusahaan konstruksi, perusahaan pelayaran, produsen perangkat keras komputer, hingga penyedia layanan komunikasi.

Pemerintah federal AS dilarang melakukan bisnis dengan perusahaan yang tercantum dalam daftar 1260H, dan Pasal 805 melarang kontrak pemerintah dengan perusahaan yang melakukan bisnis dengan perusahaan yang terdaftar tersebut.

Menurut Cadenazzi, pemerintah AS berencana untuk mulai menegakkan dan menghubungi perusahaan-perusahaan di bawah wewenang Pasal 805 pada tahun 2026.

Sebelumnya pada akhir November, Bloomberg melaporkan bahwa Pentagon berupaya menambahkan Alibaba Group Holding Ltd., Baidu Inc., dan BYD Co. ke dalam daftar pemasok militer China.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Megapolitan
Penutupan mesin pesawat di ...

Waduk Sumber kepuh di Nganjuk mengering

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Waduk Sumber kepuh di Nganj...

Ahli Vulkanologi ITS Bagikan Langkah Penanganan dan Mitigasi Erupsi

52 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Ahli Vulkanologi ITS Bagika...

Kecelakaan pesawat latih di Blora

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kecelakaan pesawat latih di...
Advertisement
Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

Ribuan Warga Surabaya Kena Cleansing, Anggota DPR Pertanyakan Tanggung Jawab Moral BPJS

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 5
# 5
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.