Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Korsel-Ukraina Tegang, Seoul Tuntut Permintaan Maaf dari Zelensky Soal Tentara Korut

📅 Senin, 28 Sep 2026, 10:52 WIB | Oleh:
Korsel-Ukraina Tegang, Seoul Tuntut Permintaan Maaf dari Zelensky Soal Tentara Korut Doc: RT
Ket. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy berpidato di Sidang Umum PBB di markas besar PBB di New York, AS, 23 September 2026.

SEOUL - Kantor kepresidenan Korea Selatan menuntut permintaan maaf dari Ukraina karena menolak kesepakatan untuk menjaga kerahasiaan pemindahan dua tawanan perang Korea Utara ke Seoul.

Perselisihan itu dipicu oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pekan lalu yeng mengungkapkan bahwa negaranya telah mengirim dua tentara Korea Utara ke Korea Selatan, dan mengatakan bahwa mereka "tidak mudah ditangkap hidup-hidup".

Perselisihan yang semakin intensif berisiko mempersulit upaya Kyiv untuk mendapatkan senjata dari sekutu, termasuk Korea Selatan, untuk melawan Russia.

Beberapa jam setelah pernyataan Zelensky, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik tindakan tersebut.

"Saya tidak tahu mengapa Ukraina melanggar perjanjian dan mempublikasikan masalah ini, tetapi ini sangat mengecewakan," tulisnya di X.

Asisten Zelensky, Dmytro Lytvyn, berusaha mengecilkan arti pengungkapan tersebut, dengan mengatakan bahwa presiden hanya mengumumkan fakta bahwa para tentara tersebut telah diserahkan ke Korea Selatan.

Ukraina adalah "negara terbuka", kata Lytvyn, seraya mengatakan bahwa menyerahkan para tentara secara rahasia akan menjadi hal yang tidak biasa.

Namun Seoul mengecamnya sebagai pelanggaran kepercayaan.

Seong Ghi-hong, sekretaris senior kepresidenan untuk hubungan masyarakat Korea selatan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (27/9) malam bahwa Korea Selatan "sedang mempertimbangkan langkah-langkah tambahan yang mungkin diperlukan terkait masalah ini".

"Merupakan hal yang sangat serius bahwa pihak Ukraina melanggar perjanjian kerahasiaan antara kedua negara dan melakukan pengungkapan secara sepihak."

"Namun, pernyataan palsu dari kantor pers kepresidenan Ukraina bahwa tidak ada perjanjian kerahasiaan... sangat merusak kepercayaan antara kedua pemerintah dan sangat membahayakan hubungan persahabatan antara kedua negara," katanya.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menuntut "penjelasan dan permintaan maaf resmi," kata Seong.

Awal tahun lalu, Ukraina menangkap dua tentara Korea Utara yang termasuk dalam pasukan Pyongyang yang bertempur untuk Moskow.

Salah seorang dari mereka mengatakan, ia bertugas di unit pengintaian dan meskipun beberapa tentara Korea Utara telah dilatih untuk menggunakan peralatan militer Russia, ia sendiri belum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Hujan Buatan Menjadi Solusi...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.