Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Program Quick Win Percepat Pencegahan Stunting di Kota Yogyakart

📅 Rabu, 17 Des 2025, 10:50 WIB | Oleh:
Program Quick Win Percepat Pencegahan Stunting di Kota Yogyakart Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta

YOGYAKARTA - Upaya pencegahan stunting di Kota Yogyakarta terus diperkuat dengan menitikberatkan pada intervensi sejak hulu, terutama melalui perbaikan faktor lingkungan dan penguatan peran keluarga. Pendekatan ini dinilai krusial untuk menekan munculnya kasus stunting baru, mengingat sebagian besar penyebab stunting berasal dari faktor di luar aspek medis semata. Program Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) menjadi salah satu instrumen utama yang menunjukkan hasil signifikan, dengan capaian Kota Yogyakarta tercatat tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta hingga Desember 2025.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah, menyampaikan bahwa kementerian telah menetapkan lima program prioritas atau Quick Win sebagai strategi percepatan penurunan stunting. Kelima program tersebut meliputi Genting, Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati), Aplikasi Konsultasi Keluarga Berbasis AI (Akal Imitasi), serta Lansia Berdaya (Sidaya).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Program Genting di DIY hingga Kamis pada pekan lalu telah melibatkan 812 mitra dengan jumlah sasaran mencapai 24.806 keluarga. Total nilai bantuan yang telah disalurkan tercatat sekitar Rp 2,4 miliar, sebagai bentuk gotong royong lintas sektor dalam mendukung keluarga berisiko stunting.

“Kami ucapkan terima kasih kepada masing-masing kabupaten kota dengan targetnya sudah melebihi dari yang sudah kita tetapkan. Artinya ini menjadi sebuah upaya gotong royong dan terus-menerus. Kita bisa lanjutkan untuk di tahun-tahun selanjutnya. Karena di luar sana masih banyak keluarga-keluarga yang masih membutuhkan dukungan. Keluarga-keluarga yang masih banyak membutuhkan pertolongan dari kita semua,” tandas Iqbal.

Berdasarkan catatan BKKBN DIY, capaian Program Genting di Kota Yogyakarta per 12 Desember 2025 mencapai 2.023 atau 330,02 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten dan kota lain di DIY, sekaligus menunjukkan kuatnya keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat dalam pencegahan stunting.

Sejalan dengan hal tersebut, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan bahwa stunting dipengaruhi oleh faktor sensitif dan spesifik. Faktor sensitif, seperti kemiskinan, pendidikan, air bersih, dan sanitasi, menurutnya berkontribusi sekitar 70 persen terhadap terjadinya stunting, sementara faktor spesifik yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi menyumbang sekitar 30 persen.

“Lingkungan yang tidak layak huni itu adalah salah satu yang harus kita perhatikan untuk mencegah stunting. Kalau hari ini kita bicara Genting gerakan orangtua asuh cegah stunting, maka jangan lupakan bukan hanya makanan saja yang dipikirkan. Tetapi juga lingkungan itu penting sekali,” kata Hasto saat menjadi narasumber best practice Program Genting dalam rangkaian evaluasi Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana DIY di Loman Park Hotel, Selasa (16/12/2025).

Ia menambahkan, pencegahan kasus baru menjadi kunci keberhasilan penanganan stunting di wilayah perkotaan. Menurutnya, intervensi terhadap anak yang sudah mengalami stunting memiliki tingkat keberhasilan terbatas, sehingga upaya pencegahan melalui perbaikan lingkungan dan ekosistem keluarga perlu diutamakan.

“Kalau bisa mencegah kasus baru, zero new stunting maka kita akan sukses. Tapi kalau orang sudah stunting itu dikejar (intervensi) yang sukses itu cuma dua puluh persen. Bisa tapi keberhasilan tidak tinggi. Maka mencegah jauh lebih penting,” terangnya.

Pemkot Yogyakarta sendiri mendukung penuh pelaksanaan Program Genting melalui berbagai intervensi sensitif, mulai dari bantuan rumah layak huni, pemberian makanan tambahan, edukasi keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi. Hingga kini, jumlah paket bantuan Genting di Kota Yogyakarta mencapai 2.065 paket dengan 613 sasaran dan total nilai sekitar Rp 736,5 juta.

Melalui sinergi antara BKKBN, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting di Kota Yogyakarta diharapkan dapat terus diperkuat secara berkelanjutan, dengan fokus pada perbaikan kualitas lingkungan dan ketahanan keluarga sebagai fondasi tumbuh kembang anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.