Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Teknologi Ligamen Artifisial Percepat Pemulihan Cedera Lutut, Ini Penjelasan Dokter

2 Rabu, 17 Des 2025, 20:12 WIB | Oleh:
Teknologi Ligamen Artifisial Percepat Pemulihan Cedera Lutut, Ini Penjelasan Dokter Teknologi Ligamen Artifisial Percepat Pemulihan Cedera Lutut, Ini Penjelasan Dokter Doc: RS Premier Bintaro
Ket. Kegiatan Introductory Lecture and Live Surgery: Artificial Ligament for Knee Ligament Reconstruction, bertempat Krakatau Ballroom Annex 1 Building, RS Premier Bintaro. Acara ini menghadirkan Prof. Tao Kun dari Tenth People’s Hospital, Tongji University, Shanghai – Tiongkok.

JAKARTA – Salah satu masalah umum yang sering terjadi saat berolahraga adalah cedera lutut. Kasus cedera ini cukup banyak ditemukan, salah satunya berupa putusnya ligamen di dalam lutut yang dapat membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas secara normal.

“Setiap olahraga yang mengandung unsur kelincahan dan kecepatan, seperti sepak bola, basket, dan bulu tangkis, sangat rawan mengalami cedera,” ujar dr. Sapto Adji Hardjosworo, Sp.OT, Subsp. CO, Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Konsultan Cedera Olahraga RS Premier Bintaro, melalui keterangan tertulis, Rabu (17/12).

“Memang di Indonesia belum ada data pasti, tetapi jika mengacu pada pengalaman rekan-rekan sejawat, hampir tidak ada hari tanpa operasi cedera seperti ini. Artinya, kasus cedera lutut akibat putusnya ligamen jumlahnya sangat banyak,” ungkapnya.

Selama ini, jika terjadi putus ligamen di dalam lutut, metode yang digunakan adalah mengganti ligamen tersebut dengan jaringan dari bagian tubuh lain pasien. Biasanya, jaringan pengganti diambil dari tendon belakang paha atau betis.

“Nah, itu berarti ada bagian tubuh lain yang harus dikorbankan untuk menggantikan ligamen yang putus. Jika pasien tidak ingin menggunakan jaringan dari tubuh sendiri, alternatifnya adalah menggunakan donor dari orang yang telah meninggal,” kata Sapto.

Sebelumnya, belum tersedia teknologi ligamen buatan yang dapat digunakan secara luas sebagai pengganti. Pasalnya, ligamen buatan berisiko menimbulkan infeksi atau reaksi penolakan karena dianggap sebagai benda asing oleh tubuh.

Namun, Sapto menjelaskan bahwa saat ini secara global telah dikembangkan ligamen buatan yang dapat digunakan untuk menggantikan ligamen yang putus. Ligamen tersebut dibuat dari bahan khusus yang dirancang agar aman ditanamkan di dalam tubuh.

“Intinya, apa pun yang ditanamkan ke dalam tubuh harus memenuhi syarat tidak menimbulkan reaksi penolakan. Dengan begitu, material tersebut aman digunakan,” paparnya.

Bentuk ligamen buatan ini menyerupai serabut-serabut benang yang dipilin membentuk pita, sehingga menyerupai ligamen alami yang bentuknya mirip tali. “Analoginya kurang lebih seperti tali sepatu, tetapi dengan diameter tertentu,” jelasnya.

Tujuan operasi ligamen lutut sejatinya adalah mengembalikan pasien ke tingkat aktivitas semula. Jika pasien hobi bermain sepak bola, ia diharapkan dapat kembali bermain sepak bola. Begitu pula jika bermain basket atau cabang olahraga lainnya.

“Jika pasien berprofesi sebagai atlet, maka ia harus bisa kembali menjalani profesinya. Selama ini, setelah operasi, sebagian besar pasien memang dapat kembali beraktivitas seperti semula,” ujarnya.

Dengan teknologi ligamen buatan, proses pemulihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat. Jika sebelumnya dibutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk kembali berolahraga (return to sport), kini dalam waktu sekitar tiga bulan pasien sudah memungkinkan untuk kembali beraktivitas. Meski demikian, opsi pemulihan yang lebih cepat ini memiliki biaya yang relatif lebih tinggi.

Sapto mengungkapkan, RS Premier Bintaro berhasil melakukan operasi ligamen artifisial (artificial ligament) pertama di Indonesia. Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan Introductory Lecture and Live Surgery: Artificial Ligament for Knee Ligament Reconstruction.

Menurutnya, penggunaan ligamen artifisial merupakan terobosan terbaru dalam penanganan cedera ligamen lutut, khususnya bagi pasien yang membutuhkan stabilitas sendi optimal serta proses pemulihan yang lebih singkat. Dibandingkan metode konvensional, teknologi ini menawarkan pendekatan modern yang diharapkan dapat meningkatkan hasil fungsional sekaligus mempercepat rehabilitasi pasien.

“Karena ini merupakan yang pertama di Indonesia, kami berharap teknologi artificial ligament ini dapat menjadi salah satu alternatif penanganan cedera ligamen lutut,” katanya.

RS Premier Bintaro mengadopsi teknologi ligamen buatan tersebut dari Tiongkok dengan mengundang Prof. Tao Kun untuk mendemonstrasikan prosedur operasinya kepada para dokter bedah. Teknologi ini dipilih karena telah banyak digunakan dan dikembangkan di negara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.