Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

KADIN DIY Perkuat Peran Kolaborasi Sanitasi Inklusif di Forum Air Dunia Bangkok

📅 Rabu, 17 Des 2025, 16:40 WIB | Oleh:
KADIN DIY Perkuat Peran Kolaborasi Sanitasi Inklusif di Forum Air Dunia Bangkok Doc: Dok. Istimewa

BANGKOK – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berperan aktif dalam IWA Water and Development Congress & Exhibition (WDCE) 2025 yang digelar di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, pada 8–12 Desember 2025. Forum global ini menjadi ruang strategis bagi KADIN DIY untuk mendorong penguatan kolaborasi sanitasi inklusif dan berkelanjutan.

WDCE 2025 mengusung tema “Water, sanitation, and innovation – pathways to progress and a resilient future” dan mempertemukan pemangku kepentingan dari berbagai negara. Delegasi Indonesia hadir dengan komposisi lintas sektor, mulai dari organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, kementerian, perguruan tinggi, sektor swasta, hingga institusi kebudayaan. Keberagaman unsur tersebut mempertegas posisi Indonesia dalam percakapan global mengenai akses sanitasi layak dan tata kelola layanan air.

Menjelang pembukaan resmi konferensi, delegasi Indonesia menggelar forum khusus bertajuk Strengthening Partnerships in Indonesia. Forum ini menyoroti percepatan layanan sanitasi, termasuk penguatan pendekatan Sanimas (Sanitasi oleh Masyarakat) yang menempatkan warga sebagai aktor utama dalam perencanaan dan pengelolaan infrastruktur sanitasi di kawasan perkotaan berpenghasilan rendah.

Ketua Kompartemen KADIN DIY, Fajarruddin Achmad, menyampaikan bahwa keberhasilan sanitasi tidak cukup ditopang teknologi dan pendanaan semata. Menurutnya, konsistensi kebijakan pemerintah kabupaten dan kota, mulai dari dukungan regulasi hingga tata kelola layanan, menjadi kunci agar program berjalan berkelanjutan. Ia juga mengungkapkan tantangan implementasi di Yogyakarta, terutama terkait konstruksi dan integrasi utilitas di kawasan dengan infrastruktur lama yang membutuhkan pendekatan teknis dan perizinan lebih kompleks.

Dukungan terhadap pendekatan sosial-budaya turut disampaikan KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre. Ia menilai penguatan nilai, narasi, dan keteladanan institusi budaya dapat mendorong partisipasi masyarakat sekaligus menjaga komitmen pemerintah daerah agar sanitasi menjadi kebiasaan dan standar layanan publik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.