Hei, Lihatlah Basral! Atlet Pejuang yang Menolak Kalah
📅 Rabu, 17 Des 2025, 17:55 WIB | Oleh: OpikDua kegagalan Basral membuat Kirin dan Tawatchai yang berhasil di percobaan pertama menempati posisi satu dan dua dengan skor 153,22 dan 152,31. Sanggoe Darma Tanjung yang berhasil pada dua percobaan dari tiga kesempatan, bahkan di atas Basral dengan 145,77 poin. Sementara poin Basral masih di angka 76,64, hasil dari sesi run tiga kali percobaan selama 45 detik. Belum ada tambahan akumulasi poin dari sesi single trick.
Kirin dan Chai gagal di percobaan kedua dan ketiga single trick. Dan semua skater telah menyelesaikan percobaannya. Tersisa Basral seorang diri di ujung ramp. Yang sudah gagal dua kali. Tertinggal di posisi empat, yang artinya kalah tanpa medali. Dan suporter tuan rumah berisik bukan main, menjerumuskan mental.
Pelatih meminta Basral main aman. Ambil trik lain yang lebih mudah dan pasti berhasil. Basral yang membawa HP ke arena skate juga mendapat saran dari Aldwin, kawannya yang juga skater profesional. "Mau makan gengsi enggak. Kalau enggak, coba trik lain."
Tapi dasar Basral keras kepala. Terbentur lantai saja dia bangkit lagi. Apalagi cuma gagal dua kali. Di kesempatan terakhir yang berarti menang atau kalah, Basral kembali mengulang trik yang sama. Dia menghentak papan, memutarnya secara horizontal 360 derajat (shove it) yang secara bersamaan dikombinasikan dengan membalik papan atas bawah (flip), lalu meluncur di atas rail dengan bagian tengah papan (boardslide), dan... mendarat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Momen itulah yang terekam dalam video yang beredar di mana-mana. Yang diikuti oleh euforia kemenangan medali emas SEA Games 2025. Dari posisi empat dengan 76,64 poin, Basral melesat ke peringkat satu dengan 166,67 poin.
Sekali lagi, trik Basral adalah kelas dunia. Levelnya jauh di atas Asia Tenggara. Olimpiade? Jangan ditanya.

Sebaiknya Anda baca juga:
Ilustrasi seseorang bermain skateboard (Antara/Pexels/Basral Graito)
Pelatih Timnas Skateboard Indonesia, Leopold Anggi, menyebutkan sebenarnya Olimpiade Paris 2024 lalu bukan tidak mungkin diikuti oleh atlet Indonesia. Jika para skater bertalenta ini diberi kesempatan mengumpulkan poin untuk menaikkan peringkat dunia, sebagaimana para atlet bulu tangkis mengejar poin untuk kualifikasi Olimpiade melalui kompetisi super series, Olimpiade bukan mustahil.
Sekali lagi, lihatlah Vareeraya sebagai pembanding. Peraih perunggu SEA Games 2025 Thailand itu lolos kualifikasi dan bisa mencetak sejarah Thailand dengan berkompetisi di Olimpiade Paris.
Iya, dia Vareeraya peraih perunggu, yang dikalahkan poinnya oleh Ni Wayan Malana, peraih perak dari Indonesia. Yang mengikuti program latihan bersama Kenny Reed selama beberapa tahun terakhir, berbanding Mala yang hanya berlatih intensif di pelatnas selama tujuh bulan.
Tapi, Basral dan kawan-kawan butuh dukungan. Mereka perlu mengikuti berbagai kompetisi yang bisa menambah poin untuk meningkatkan posisi di peringkat dunia. Karena mereka tidak mungkin bisa melakukannya sendiri.
Basral sudah berjuang dengan keras kepala untuk negara. Maka, beri kesempatan skateboard Indonesia untuk menunjukkan digdaya bangsa di Los Angeles 2028. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!