Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Isu Vendor Pita Cukai Menghangat, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Pergantian

📅 Selasa, 16 Des 2025, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Isu Vendor Pita Cukai Menghangat, Menkeu Purbaya Pastikan Tak Ada Pergantian Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Seorang petugas bea cukai sedang memindai pita cukai.

JAKARTA – Pengadaan pita cukai memiliki peran strategis dalam menjaga penerimaan negara sekaligus mengendalikan peredaran barang kena cukai. Ketersediaan pita cukai yang tepat waktu dan akurat menjadi kunci untuk memastikan kepatuhan pelaku usaha, mencegah praktik ilegal, serta menutup celah kebocoran penerimaan.

Di sisi lain, tata kelola pengadaan pita cukai menuntut transparansi dan perencanaan yang matang. Ketidaktepatan perhitungan kebutuhan atau gangguan distribusi dapat berdampak langsung pada aktivitas industri dan penerimaan fiskal, sehingga pengadaan pita cukai perlu diposisikan bukan sekadar proses administratif, melainkan instrumen penting dalam stabilitas fiskal dan pengawasan pasar.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum ada rencana untuk mengganti vendor untuk pengadaan pita cukai.

"Masih Peruri lagi ke depan, belum ada (rencana ganti vendor)," ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (16/12).

Ia menjelaskan sampai saat ini Perum Peruri masih menjadi vendor utama dalam pengadaan pita cukai.

Namun, Purbaya tidak menutup kemungkinan jika ke depannya akan melibatkan vendor lain terkait dengan teknologi ataupun coding terbaru untuk pita cukai.

"Jadi pita cukai itu masih di Peruri, cuma dikerjasamakan dengan satu perusahaan, kalau jadi ya. Ada coding yang lebih canggih dari yang ada sekarang," katanya.

Purbaya menyampaikan bahwa penggunaan pihak ketiga pada pengadaan pita cukai juga akan tetap melibatkan Peruri.

"Masih Peruri, nanti kalau perlu ditenderin, tapi Peruri akan terlibat di situ," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mencetak 25 juta lembar pita cukai desain terbaru untuk memenuhi kebutuhan awal tahun 2026.

"Kita ketahui bahwa di belakang ini, pita cukai yang kita pesan itu untuk saat ini sudah siap sekitar 25 juta (lembar), sehingga untuk tahun depan ataupun bulan Januari (2026) bisa aman untuk pendistribusian cukainya," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama usai meninjau kesiapan produksi di fasilitas percetakan Perum Peruri, Karawang, Jabar, Rabu (10/12).

Pemesanan pita cukai tahun 2026 mulai dibuka Desember 2025, dengan waktu pengambilan yang telah dijadwalkan pada Januari 2026.

Secara rinci, hingga 9 Desember 2025, industri telah memesan 24,3 juta lembar pita cukai hasil tembakau (HT) dan 310 ribu lembar pita cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA).

Peruri juga berkomitmen melanjutkan produksi secara bertahap mulai 2 Januari 2026 guna memastikan keberlanjutan suplai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.