Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serapan Pupuk Subsidi di Situbondo Capai 20 Persen dari Alokasi

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 20:32 WIB | Oleh:
Serapan Pupuk Subsidi di Situbondo Capai 20 Persen dari Alokasi Doc: ANTARA/Novi Husdinariyanto
Ket. Sejumlah buruh tani Situbondo, Jawa Timur, menangani rumput liar tanaman padi.

SITUBONDO - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencatat serapan pupuk subsidi pemerintah jenis Urea dan NPK pada periode Januari hingga 22 April 2025 sudah mencapai 20 persen dari total alokasi pupuk subsidi tahun ini.

“Alhamdulillah penyerapan pupuk subsidi jenis Urea maupun NPK hingga periode April ini sudah mencapai 20 persen,” kata Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Kabupaten Situbondo Muhammad Zaini di Situbondo, Selasa (22/4).

Pada 2025, Kabupaten Situbondo menerima alokasi pupuk subsidi jenis Urea 29.960 ton dan NPK sekitar 23.000 ton.

Dia merinci, pupuk subsidi pemerintah pusat untuk jenis Urea yang telah ditebus dan didistribusikan kepada petani yang tersebar di 17 kecamatan di daerah setempat hingga 22 April 2025 lebih kurang 5.992 ton, sedangkan pupuk subsidi NPK yang terserap 4.600 ton.

Ia menjelaskan pupuk jenis Urea dan NPK pada tahun ini diwajibkan ditebus oleh petani untuk mengoptimalkan hasil produksi tanaman padi.

“Pada tahun sebelumnya sebagian besar petani hanya menebus pupuk subsidi Urea saja, namun pada tahun ini diwajibkan ditebus keduanya (Urea dan NPK),” ujar dia.

Menurut dia, jika petani hanya mengandalkan pupuk Urea tentunya akan memengaruhi hasil produksi tanaman padi.

“Oleh karena itu pada tahun ini kami sedikit memaksa atau mewajibkan petani tidak hanya menebus pupuk subsidi jenis Urea saja,” katanya.

Berdasarkan data, pada 2024 Kabupaten Situbondo mendapatkan alokasi pupuk Urea subsidi 30.487 ton, sedangkan untuk pupuk subsidi jenis NPK 25.000 ton. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026

1.5 jam yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 09 Okt...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.