Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Kadin Berbunyi: Pengawasan Impor Lemah, Risiko bagi Produsen Dalam Negeri Membesar

📅 Jumat, 12 Des 2025, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Kadin Berbunyi: Pengawasan Impor Lemah, Risiko bagi Produsen Dalam Negeri Membesar Doc: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra
Ket. Ilustrasi - Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Pengawasan ketat terhadap importasi menjadi krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dan melindungi industri nasional dari praktik perdagangan yang merugikan.

Arus barang yang masuk tanpa kontrol memadai dapat memicu distorsi harga, menekan pelaku usaha lokal, dan membuka celah bagi produk ilegal atau tidak memenuhi standar kesehatan dan keamanan.

Dengan memperkuat sistem verifikasi, transparansi logistik, dan koordinasi antarlembaga, pemerintah dapat memastikan bahwa impor benar-benar mendukung kebutuhan pasar tanpa menghambat daya saing nasional.

Upaya ini sekaligus menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih adil, terukur, dan berkelanjutan.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie meminta pemerintah untuk lebih memerhatikan importasi agar industri dalam negeri tetap kompetitif.

Dirinya dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat (12/12), mengatakan pada 11 Desember pihaknya melakukan audiensi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi sektor industri, khususnya baja, alas kaki, serta tekstil dan produk tekstil (TPT)

Menurutnya, pelaku industri menuntut pengawasan yang lebih ketat karena maraknya potensi masuknya barang ilegal. Sementara itu, untuk impor legal, perlu dipastikan bahwa kapasitas produksi dalam negeri tetap menjadi pertimbangan utama sebelum kebijakan diambil

“Tadi juga dibahas soal bagaimana impor bisa dikawal dengan baik supaya industri tetap kompetitif,” kata dia.

Selain isu baja, sektor alas kaki ikut menjadi perhatian mengingat perannya sebagai penyumbang ekspor ke berbagai negara tujuan seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa.

Dalam audiensi tersebut, pelaku industri membahas sejumlah aspek penting yang memengaruhi daya saing, mulai dari struktur pengupahan hingga pemenuhan standar lingkungan yang semakin diperketat oleh pasar global

Lebih lanjut, Kadin menilai bahwa melemahnya daya saing industri TPT dalam beberapa tahun terakhir harus segera diatasi, antara lain melalui penguatan pengawasan impor dan peningkatan dukungan kebijakan.

Anindya menegaskan bahwa TPT bukanlah industri yang memasuki masa senja, melainkan sektor yang masih memiliki potensi besar untuk direvitalisasi agar kembali kompetitif di pasar domestik maupun internasional.

Dalam pertemuan ini, Kadin dan Kementerian Keuangan juga membahas pentingnya konsistensi regulasi di pelabuhan, termasuk urusan kepabeanan dan pengawasan barang masuk.

Hal ini dinilai berpengaruh signifikan terhadap kinerja industri baja, alas kaki, serta TPT yang sangat bergantung pada kelancaran rantai pasok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.