Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menara Keagungan Limboto Bersolek, Dispar Gorontalo Kebut Penataan Jelang Penas Tani dan Nelayan

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 22:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menara Keagungan Limboto Bersolek, Dispar Gorontalo Kebut Penataan Jelang Penas Tani dan Nelayan Doc: ANTARA/ Adiwinata Solihin.
Ket. Menara Pakaya setinggi 65 meter di Limboto, Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang diresmikan pada 2003.

GORONTALO – Menata kawasan wisata bukan sekadar mempercantik tampilan fisik, tetapi merupakan proses strategis untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Penataan yang efektif menuntut integrasi antara infrastruktur, aksesibilitas, kebersihan, keamanan, serta kualitas layanan, sehingga mampu meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperpanjang lama tinggal dan belanja mereka.

Di sisi lain, aspek tata kelola menjadi kunci. Tanpa perencanaan berbasis data dan koordinasi lintas sektor, kawasan wisata rentan menghadapi masalah klasik seperti kepadatan berlebih, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Karena itu, penataan kawasan harus menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama—menggabungkan pelestarian lingkungan, penguatan ekonomi lokal, dan diferensiasi atraksi—agar destinasi tidak hanya menarik dalam jangka pendek, tetapi juga mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo mulai menata kawasan wisata Menara Keagungan Limboto, menyambut pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Tani dan Nelayan ke XVII yang akan digelar Juni 2026.

"Kami menata kembali kawasan wisata Menara Keagungan Limboto dengan konsep baru berbasis ekonomi kreatif dan penguatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)," kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Gorontalo Fany Hamzah Salamanya di Gorontalo, Kamis (24/4).

Ia mengatakan penataan dilakukan melalui pengembangan konsep street coffee dan car free night di kawasan Menara Keagungan yang ada di pusat ibu kota kabupaten tersebut, untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di malam hari.

Pemerintah daerah juga menata area stan makanan serta menyiapkan lapak kontainer bagi pelaku UMKM yang bersifat tidak permanen atau bergerak.

Menurutnya konsep lapak bergerak tersebut dipilih agar kawasan tetap tertata rapi, serta tidak menimbulkan kesan kumuh setelah kegiatan berlangsung.

“Stan disiapkan agar bisa digunakan pada malam hari dan setelah itu dapat dipindahkan sehingga kawasan tetap bersih dan tertata,” katanya.

Menurutnya penataan juga mencakup kawasan Taman Menara yang akan diperindah, termasuk rencana renovasi bangunan menara dari lantai satu hingga lantai dua sebelum pelaksanaan kegiatan berskala nasional tersebut.

Saat ini, pihaknya sedang menyiapkan beberapa lokasi strategis untuk bazar dan lapak UMKM yang masih dalam pembahasan, di kawasan Gelanggang Olahraga atau Pentadio Resort.

Dalam pelaksanaannya kata Fany, Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang menangani renovasi fasilitas seperti gedung olahraga, panggung utama, pintu gerbang, serta perbaikan toilet dan penataan kawasan.

Ia mengakui tantangan utama dalam persiapan ini adalah keterbatasan waktu menjelang pelaksanaan Penas yang semakin dekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

1.323 Lokasi Fasos Fasum Belum Diserahkan

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
1.323 Lokasi Fasos Fasum Be...
Megapolitan
Sekolah Harus Aman dan Nyam...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.