Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Persaingan Usaha Makin Diawasi, KPPU Perkuat Kepatuhan Pelaku Bisnis

8 Rabu, 15 Jul 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Persaingan Usaha Makin Diawasi, KPPU Perkuat Kepatuhan Pelaku Bisnis Persaingan Usaha Makin Diawasi, KPPU Perkuat Kepatuhan Pelaku Bisnis Doc: ANTARA/ Maulana Surya.
Ket. Ilustrasi - Pekerja menyelesaikan pesanan produk tekstil untuk ekspor di pabrik Sari Warna Solo, Jawa Tengah.

JAKARTA – Kepatuhan terhadap prinsip persaingan usaha yang sehat menjadi fondasi bagi terciptanya iklim bisnis yang kompetitif, efisien, dan berkeadilan.

Penerapan kepatuhan tidak hanya mencegah praktik monopoli, kartel, atau penyalahgunaan posisi dominan, tetapi juga meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan investor.

Dalam jangka panjang, persaingan usaha yang sehat akan mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas, menekan biaya bagi konsumen, serta memperkuat daya saing perekonomian nasional.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) berupaya meningkatkan program kepatuhan persaingan usaha yang telah digulirkan sejak 2022 untuk memastikan pelaku usaha patuh terhadap prinsip persaingan usaha sehat.

"Kita akan terus mendorong pelaku usaha untuk secara mandiri mengajukan program kepatuhan," kata Ketua KPPU Gopprera Panggabean di Jakarta, Rabu (15/7).

Menurut dia, program kepatuhan persaingan usaha sudah diluncurkan sejak 2022, dan hingga pertengahan 2026 dari 5.000 lebih perusahaan besar yang terdata di Badan Pusat Statistik (BPS), baru 64 permohonan kepatuhan.

Ia mengakui bahwa program kepatuhan persaingan usaha yang digulirkan oleh KPPU belum maksimal, karena data menunjukkan penurunan permohonan kepatuhan, dimana pada 2022 total pengajuan permohonan berjumlah 30 perusahaan, kemudian 2023 turun menjadi 18 perusahaan.

Bahkan pada 2024 kata Gopprera, permohonan yang masuk ke KPPU hanya sembilan, dan turun lagi pada 2025 dengan jumlah permohonan empat perusahaan, pertengahan tahun ini yang masuk baru tiga perusahaan.

"Padahal manfaat program kepatuhan ini cukup banyak di antaranya akan mendapatkan keringanan denda ketika melakukan pelanggaran, reputasi perusahaan semakin baik, dan yang penting perusahaan telah sesuai peraturan serta tak melanggar," ujarnya.

Untuk itu, Gopprera akan terus berupaya meningkatkan program kepatuhan agar dapat diakses oleh perusahaan yang ada di Indonesia.

Ia menambahkan bahwa dari 64 perusahaan yang mengajukan permohonan kepatuhan, 38 merupakan perusahaan BUMN dan 26 lainnya perusahaan swasta.

"Kami akan tingkatkan dan diharapkan program ini dapat diakses oleh perusahaan," katanya menambahkan.

Penguatan program kepatuhan persaingan usaha menjadi langkah penting untuk membangun budaya bisnis yang lebih transparan, kompetitif, dan berintegritas.

Dengan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap prinsip persaingan yang sehat, iklim investasi diharapkan semakin kondusif, efisiensi pasar meningkat, dan daya saing perekonomian nasional dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Soekarno Run Jadi Gerakan A...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.