Penyakit Autoimun Meningkat: Perempuan Paling Berisiko Mengalaminya, Begini Penjelasan Dokter
📅 Kamis, 11 Des 2025, 20:10 WIB | Oleh: Haryo BronoPenanganan Autoimun
Setelah mendapatkan diagnosis, dokter akan menentukan penanganan yang sesuai dengan jenis autoimun, tingkat keparahan, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Penanganan dapat mencakup pengaturan pola makan, obat untuk mengendalikan peradangan, imunoterapi, hingga terapi plasma exchange untuk kondisi tertentu.
Tujuannya bukan sekadar meredakan gejala, tetapi menstabilkan sistem imun agar pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan nyaman. Pendekatan autoimun kini juga menekankan peran perubahan gaya hidup. Istirahat cukup, olahraga teratur, manajemen stres, dan kepatuhan terapi telah terbukti membantu menjaga stabilitas jangka panjang.
“Pendampingan psikologis dan edukasi keluarga turut berkontribusi besar, mengingat perjalanan penyakit autoimun bersifat kronis dan membutuhkan dukungan emosional,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk memberikan layanan skrining, diagnosis, dan terapi secara komprehensif, Primaya Hospital Bekasi Barat menghadirkan Klinik Autoimun. Layanan khusus ini menangani berbagai jenis penyakit autoimun, seperti Rheumatoid Arthritis, Psoriasis dan Psoriatic Arthritis, Penyakit Tiroid Autoimun (Graves & Hashimoto), Lupus (SLE), Multiple Sclerosis (MS), Celiac Syndrome, Sjogren’s Syndrome, Spondilitis Ankilosa, serta kondisi autoimun lainnya. Klinik ini juga dilengkapi layanan imunoterapi, tes alergi, terapi plasma exchange, pemeriksaan laboratorium serta edukasi dan konseling bagi pasien maupun keluarga.
“Autoimun dapat menyerang siapa saja, resiko tertinggi terdapat pada perempuan di usia produktif. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala yang berkepanjangan, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal,” pesannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!