Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kapasitas Penyimpanan, Bulog Bangun Enam Gudang Logistik Baru di Maluku Utara

📅 Rabu, 08 Okt 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Perkuat Kapasitas Penyimpanan, Bulog Bangun Enam Gudang Logistik Baru di Maluku Utara Doc: istimewa
Ket. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat meninjau gudang penyimpanan beras Bulog di Maluku Utara, Selasa (7/10)

JAKARTA-Pemerintah bersama Bulog tengah mempersiapkan pembangunan enam gudang logistik baru di Maluku Utara untuk memperkuat kapasitas penyimpanan dan memperlancar distribusi pangan di wilayah tersebut. 

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan efisiensi rantai pasok di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, melalui langkah tanggap dan kolaboratif ini, kami ingin memastikan bahwa setiap butir beras yang sampai ke masyarakat adalah hasil pengelolaan yang transparan, berkualitas, dan bertanggung jawab. "Tindakan cepat ini menjadi bukti komitmen Bulog menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” tegas Rizal di Jakarta, Rabu (8/10).

Sebagaimana diketahui, Perum Bulog bergerak cepat menanggapi temuan beras turun mutu di Kota Ternate, Maluku Utara, yang sebelumnya menjadi perhatian Komisi IV DPR RI.

Rizal menegaskan, kunjungan langsung Direktur Utama Bulog ke Ternate menegaskan bahwa Bulog tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam memastikan kualitas, ketersediaan, dan distribusi beras di seluruh Indonesia. 

"Dengan peningkatan infrastruktur logistik dan penguatan kelembagaan di daerah, Bulog berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga serta ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah-wilayah kepulauan seperti Maluku Utara,"ucap Rizal.

Ganti Beras Rusak

Dalam kunjungan tersebut, Bulog segera melakukan langkah-langkah konkret dengan mengirimkan sebanyak 270 ton beras ke Ternate guna memperkuat cadangan pangan di wilayah Maluku Utara. Selain itu, Bulog juga melakukan reproses atau pengolahan ulang terhadap beras yang mengalami penurunan mutu namun masih layak konsumsi. 

“Beras turun mutu bukan berarti tidak layak. Kami memiliki mekanisme reproses agar kualitasnya kembali sesuai standar. Sementara beras yang rusak dan tidak bisa diperbaiki akan diuji di laboratorium untuk memastikan langkah tindak lanjut yang sesuai dengan ketentuan,” ujar Rizal.

Bulog menjelaskan bahwa beras yang dikategorikan rusak akan melalui tahapan pemeriksaan laboratorium sebelum diputuskan langkah penanganannya. Jika hasil uji laboratorium menunjukkan kandungan yang masih di bawah batas keamanan pangan, beras dapat dijual ke industri pakan. Namun apabila hasil uji menunjukkan kadar di atas batas keamanan pangan, maka beras tersebut dapat dijual ke industri non-pangan atau non-pakan, bahkan dilakukan pemusnahan apabila tidak memenuhi standar keamanan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.