Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KLH: Dunia Sedang Dihadapkan pada Tiga Krisis Besar

📅 Kamis, 11 Des 2025, 20:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
KLH: Dunia Sedang Dihadapkan pada Tiga Krisis Besar Doc: Antara
Ket. Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPITKNEK) Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudijanto menyampaikan pidato kunci dalam suatu acara di Jakarta, Kamis (11/12).

Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan saat ini dunia sedang menghadapi tiga krisis (triple planetary crisis), yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.

Deputi Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon (PPITKNEK) Kementerian Lingkungan Hidup Ary Sudijanto, saat menyampaikan pidato kuncinya dalam suatu acara di Jakarta, Kamis (11/12), mengatakan tingkatan krisis yang dialami oleh dunia, termasuk Indonesia, sudah berada di tingkat mengancam keberadaan umat manusia di dunia.

Apabila masyarakat, termasuk pelaku usaha, tidak melakukan upaya untuk keluar dari krisis ini, Ary memperingatkan umat manusia akan mengalami ancaman keberadaannya di Bumi ini.

"Kepunahan dinosaurus itu karena perubahan iklim. Ini yang kemudian mengancam kita sekarang," ucap Ary.

Perubahan iklim yang terjadi pada masa dinosaurus, tutur dia, terjadi dikarenakan tabrakan asteroid yang memicu perubahan iklim ekstrem, sehingga suhu bumi menurun dengan sangat drastis.

"Itu adalah peristiwa alami yang tidak bisa dihindari. Tetapi, (perubahan iklim) yang terjadi sekarang adalah ulah kita, akibat kita. Berarti kita yang harus melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya," kata dia.

Bencana yang melanda Pulau Sumatera pada akhir November lalu merupakan bukti nyata dari bahaya krisis iklim.

Ia menjelaskan sebelumnya siklon tropis tidak pernah ada di sana, tetapi saat ini mulai bermunculan.

"BNPB menyatakan untuk bisa mengembalikan infrastruktur dan sebagainya butuh Rp52 triliun, kemudian Celios menyampaikan untuk memulihkan kondisi lingkungannya butuh Rp50 triliun," ujarnya.

Oleh karena itu, Ary mengingatkan upaya-upaya transisi energi, termasuk menaati standar-standar environmental (lingkungan), social (sosial), dan governance (tata kelola) (ESG), bukanlah sebuah beban.

Transisi energi juga merupakan langkah untuk melindungi diri dari perubahan iklim yang mengancam umat manusia.

Dari segi bisnis, lanjut dia, transisi energi justru untuk melindungi kegiatan bisnis, sebab bencana-bencana yang terjadi tentunya akan menghambat proses bisnis.

"Dengan kejadian bencana hidrometeorologi di Sumatera bagian utara pasti akan menjadi gangguan, hambatan, pukulan bagi bisnis di sana," kata Ary.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
  • Kartu Transportasi Bersubsidi Bocor, DPRD DKI Minta Data Diperketat
    Preview komentar:
    Membaca sorotan DPRD DKI mengenai kebocoran kartu transportasi ...
  • XLSMART Berhasil Raih Kinerja Solid Semester I 2026.
    Preview komentar:
    Keberhasilan XLSMART dalam memperluas cakupan 5G hingga 52 ...
Advertisement
injourney
Advertisement
asd
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

Pemkot Bandung Produksi Bibit Tanaman Secara Mandiri

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Produksi Bib...
Advertisement
astra
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

Mengenal Arti Rebo Wekasan, Tradisi Tolak Bala Hari Rabu Terakhir Bulan Safar

12 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.