Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena 'Kanibalisme Pasar' Pengaruhi Pergeseran ke Mobil Listrik di Indonesia

📅 Kamis, 11 Des 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Fenomena 'Kanibalisme Pasar' Pengaruhi Pergeseran ke Mobil Listrik di Indonesia Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
Ket. Sejumlah pengunjung menyaksikan mobil yang dipamerkan pada pameran otomotif GAIKINDO Jakarta Auto Week 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Kabupaten Tangerang, Banten.

JAKARTA - Research Associate ID COMM, Claudius Surya menilai pergeseran menuju mobil listrik di Indonesia saat ini lebih banyak dipengaruhi fenomena “kanibalisme pasar”, yakni perpindahan konsumen dari mobil bensin (ICE) ke kendaraan listrik akibat perang harga, bukan perluasan pasar baru.

Menurut Claudius, dinamika penjualan kendaraan dalam dua tahun terakhir memperlihatkan pola yang tidak ideal bagi perluasan pasar.

“Yang terjadi sekarang adalah peralihan dari mobil ICE ke mobil listrik, bukan penambahan pembeli baru. Konsumennya itu-itu saja, hanya bergeser karena harga makin agresif,” kata Claudius dalam diskusi peluncuran riset ID COMM “Menuju Era Mobil Listrik: Sejauh Mana Indonesia Siap” di Jakarta, Kamis (11/12).

Ia menjelaskan, produsen mobil listrik kini terlibat dalam perang harga yang ketat untuk menarik minat konsumen.

Model-model baru ditawarkan dengan harga semakin rendah, sehingga beberapa merek terpaksa memangkas margin secara ekstrem.

Price war ini di satu sisi menguntungkan konsumen, tapi berisiko membuat beberapa merek tidak bertahan karena margin makin tipis dan persaingan makin keras,” ujar Claudius.

Selain tekanan harga, siklus pembaruan model yang semakin cepat membuat industri harus beradaptasi lebih agresif.

Menurut dia, kendaraan listrik kini mengalami pembaruan model hanya dalam dua tahun, jauh lebih singkat dibandingkan mobil konvensional.

Kondisi tersebut menambah tantangan bagi produsen untuk menjaga stabilitas bisnis ketika insentif pemerintah masih berubah-ubah.

Claudius menegaskan bahwa adopsi kendaraan listrik masih belum inklusif. Segmen menengah ke bawah belum menunjukkan perpindahan signifikan menuju EV, meski harga model-model tertentu sudah semakin terjangkau.

“Harapannya, pengguna mobil murah konvensional bisa naik ke mobil listrik, tapi faktanya belum. Yang membeli EV saat ini tetap kelompok menengah ke atas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti preferensi konsumen yang cenderung lebih tertarik pada model serbaguna seperti kendaraan tujuh penumpang, sehingga beberapa merek yang peka terhadap kebutuhan tersebut mampu menembus pasar lebih cepat.

“Mobil yang value for money, sesuai kebutuhan, dan tidak berlebihan teknologinya, cenderung lebih diterima konsumen Indonesia,” katanya.

Dalam konteks perilaku pembeli, Claudius menilai komunitas pengguna turut memainkan peran signifikan dalam membentuk kepercayaan publik terhadap kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
  • Industri Pulp dan Kertas Indonesia Kian Mendunia, Paper Chain Expo 2026 Dorong Kemitraan Lintas Negara
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat mencerahkan. Poin tentang tuntutan praktik ...

Menkeu Pastikan DTSEN akan Terus Disempurnakan

33 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menkeu Pastikan DTSEN akan ...
Megapolitan
Halte Dukuh Atas Terpantau ...
Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

Prabowo Berangkat ke Jombang Hadiri dan Buka Muktamar Ke-35 NU

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.