Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia dan Rusia Kebut Penyelesaian MoU Jelang INNOPROM 2026

📅 Selasa, 09 Des 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia dan Rusia Kebut Penyelesaian MoU Jelang INNOPROM 2026 Doc: Antara
Ket. Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita (kiri) bersama dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov (kanan) dalam pertemuan bilateral Indonesia dengan Rusia yang berlangsung di Moscow, Rusia, Senin (8/12).

Yogyakarta - Pemerintah Indonesia bersama dengan Pemerintah Rusia mengakselerasi penyelesaian sejumlah kesepakatan kerjasama (MoU) menjelang pameran industri global INNOPROM 2026 yang akan diselenggarakan pada Juli tahun depan di Rusia.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pernyataan diterima di Yogyakarta, Selasa (9/10), menyampaikan pada 8 Desember dirinya melakukan kunjungan kerja ke Moscow, Rusia dengan fokus kunjungan kerja tersebut untuk mempercepat penandatanganan beberapa kesepakatan.

Menperin menghadiri pertemuan bilateral dengan Menteri Industri dan Perdagangan Federasi Rusia Anton Alikhanov dengan capaian utama dari pertemuan ini yakni disepakatinya MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos, serta MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding.

"Melalui penandatanganan serta finalisasi MoU ini menjadi landasan penting untuk memperluas kolaborasi teknologi, riset, dan penguatan daya saing industri nasional,” ujar Menperin.

Adapun dalam MoU on Cooperation in the Field of Shipbuilding mengatur kerja sama di sektor industri galangan kapal. Melalui perjanjian ini, Menperin berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan manfaat dan kontribusi signifikan bagi pengembangan industri galangan kapal di Indonesia maupun Rusia.

Sementara pada MoU on Cooperation in the Field of Scientific Research on the Safe Use of Chrysotile Asbestos merupakan kolaborasi dalam penelitian ilmiah mengenai penggunaan krisotil yang aman. Sebagai bagian dari kerja sama ini, dua tenaga laboratorium asal Indonesia telah mengikuti pelatihan yang didukung oleh Pemerintah Rusia pada September 2024.

Menperin menegaskan kerja sama ini akan memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan sektor industri manufaktur dan SDM industri, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dengan Rusia.

Lebih lanjut, pertemuan bilateral ini sekaligus meninjau tindak lanjut dari hasil Sidang Komisi Bersama Indonesia-Rusia terutama dalam Working Group on Trade, Investment and Industry.

Menperin berharap upaya konkret dapat segera diwujudkan pada sejumlah isu, termasuk industri, rantai pasok halal, perdagangan, logistik, standardisasi dan sertifikasi, pertanian, serta finansial.

Menperin juga menyatakan dukungannya terhadap perkembangan BRICS Centre for Industrial Competences (BCIC).

“Indonesia mendukung penuh kolaborasi yang dijalin dengan Rusia di berbagai forum internasional, salah satunya BCIC yang memiliki potensi untuk memacu digitalisasi industri, teknologi mobilitas baru, sistem transportasi tanpa awak, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan IKM, transformasi digital, kecerdasan buatan, dan bio-industri,” kata Menperin.

Kemenperin meyakini bahwa harmonisasi program melalui kerja sama ini akan mendukung kesiapan Indonesia menampilkan potensi industri terbaiknya pada INNOPROM 2026, serta memperluas peluang kerja sama industri lintas sektor.

Kolaborasi ini juga diproyeksikan memperkuat akses pasar, meningkatkan rantai pasok, dan mempercepat transformasi industri menuju arah yang lebih modern, kompetitif, dan berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi yang terus meningkat, kami optimistis bahwa hubungan industri dengan Rusia akan semakin kuat dan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara,” kata Menperin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.