Kudeta Gagal, Presiden Benin Umumkan 'Situasi Terkendali'
📅 Senin, 08 Des 2025, 10:02 WIB | Oleh: Tim Penulis"Pengabaian terhadap tentara yang gugur dalam pertempuran dan keluarga mereka yang terpaksa berjuang sendiri" serta "promosi yang tidak adil dengan mengorbankan mereka yang paling berhak" juga menjadi motivasi, tambah mereka.
Uni Afrika menyatakan "dengan tegas mengutuk" upaya kudeta tersebut.
Prancis, bekas kolonial, dan Organisasi Negara-negara Berbahasa Prancis (OIF) juga mengutuk kudeta tersebut.
Sejarah politik Benin ditandai oleh beberapa kudeta dan upaya kudeta sejak kemerdekaannya dari Prancis pada tahun 1960.
Sebaiknya Anda baca juga:
Talon, seorang mantan pengusaha berusia 67 tahun yang dijuluki "raja kapas Cotonou", berkuasa pada tahun 2016.
Ia dijadwalkan akan mengakhiri masa jabatan keduanya pada tahun 2026, batas waktu maksimum yang diizinkan oleh konstitusi.
Partai oposisi utama telah dikeluarkan dari persaingan untuk menggantikannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaliknya, partai yang berkuasa akan bersaing untuk memperebutkan kekuasaan melawan apa yang disebut oposisi "moderat".
Meskipun Talon dipuji karena membawa pembangunan ekonomi ke Benin, ia sering dituduh oleh para kritikusnya bersikap otoriter.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!