Kudeta Gagal, Presiden Benin Umumkan 'Situasi Terkendali'
📅 Senin, 08 Des 2025, 10:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: BTV via BBC
COTONOU - Presiden Benin mengatakan pada hari Minggu (7/12) bahwa "situasi sepenuhnya terkendali" di negaranya setelah pemerintah menggagalkan upaya kudeta berkat tentara loyalis.
Sekelompok tentara sebelumnya mengumumkan di televisi pemerintah, mereka telah menggulingkan Presiden Patrice Talon.
Hal itu memicu respons cepat dari pasukan militer loyalis, diikuti dengan serangan udara dan pengerahan pasukan dari negara tetangga Nigeria.
Sumber militer dan keamanan Benin mengatakan sekitar selusin tentara telah ditangkap, termasuk mereka yang berada di balik upaya kudeta.
Afrika Barat telah mengalami sejumlah kudeta dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di negara tetangga Benin di utara, Niger dan Burkina Faso, serta Mali, Guinea, dan yang terbaru, Guinea-Bissau.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya ingin meyakinkan Anda bahwa situasi sepenuhnya terkendali dan oleh karena itu saya mengundang Anda untuk melanjutkan aktivitas Anda dengan tenang mulai malam ini juga," kata Talon di stasiun televisi pemerintah Benin TV.
Talon dijadwalkan menyerahkan kekuasaan pada April tahun depan setelah 10 tahun menjabat, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang solid tetapi juga lonjakan kekerasan jihadis.
Dukungan Regional
Sebaiknya Anda baca juga:
Minggu dini hari, para tentara yang menamakan diri "Komite Militer untuk Reformasi" (CMR), mengumumkan di televisi pemerintah, mereka telah bertemu dan memutuskan bahwa "Bapak Patrice Talon dicopot dari jabatannya sebagai presiden republik".
Namun, tak lama setelah pengumuman tersebut, seorang sumber yang dekat dengan Talon mengatakan kepada AFP, presiden dalam keadaan aman, dan mengecam para pelaku kudeta sebagai "sekelompok kecil orang yang hanya mengendalikan televisi".
"Tentara reguler kembali menguasai. Kota (Cotonou) dan negara sepenuhnya aman," tambah sumber tersebut.
"Hanya masalah waktu sebelum semuanya kembali normal. Pembersihan berjalan dengan baik."
Menteri Dalam Negeri Benin, Alassane Seidou, kemudian tampil di televisi pemerintah dan mengatakan bahwa "Angkatan Bersenjata Benin dan pimpinan mereka mempertahankan kendali atas situasi dan menggagalkan upaya kudeta".
Minggu malam, pesawat tempur Nigeria menyerang target yang dirahasiakan saat pasukan Benin melancarkan operasi kontrakudeta, ungkap seorang sumber di kepresidenan Nigeria kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!