Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Muaragembong

📅 Minggu, 07 Des 2025, 19:37 WIB | Oleh:
Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Muaragembong Doc: ist
Ket. banjir rob

BEKASI – Tak hanya di Jakarta Utara, Masyarakat Muaragembong, Kabupaten Bekasi juga diterjang banjir rob. Untuk meringankan beban warga, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan logistik kepada warga korban banjir rob. Kegiatan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin didampingi jajaran BPBD setempat menyerahkan bantuan logistik meliputi bahan pokok, air mineral, alas tidur hingga kebutuhan dasar lain secara langsung kepada warga terdampak. "Bantuan ini merupakan bagian dari langkah cepat Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan warga selama masa penanganan banjir rob," kata Endin di lokasi, Minggu.

Ia menyatakan selain menyalurkan bantuan, kedatangan dirinya ke lokasi terdampak juga dalam rangka melakukan pemantauan serta memastikan seluruh kebutuhan mendesak warga dapat terpenuhi. "Kami juga sudah berdialog dengan para tokoh masyarakat Muaragembong guna menggali masukan terkait penanganan jangka pendek dan langkah pencegahan untuk meminimalisir terjadi banjir rob," katanya.

Dirinya meminta masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kesiapsiagaan serta berkoordinasi dengan perangkat desa maupun wilayah apabila banjir rob kembali terjadi. "Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus hadir dan bekerja untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan warga pesisir Muaragembong," ucapnya.

Banjir rob akibat pasang Laut Jawa kembali menggenangi lima desa se-Muaragembong sejak Senin (1/12/2025) dengan ketinggian bervariasi mulai 30 sentimeter hingga satu meter. Desa Pantai Bahagia tercatat sebagai wilayah terdampak terparah. Ribuan rumah, termasuk lahan tambak, akses jalan serta fasilitas publik turut terendam hingga berdampak pada aktivitas perekonomian masyarakat setempat nyaris lumpuh.

Camat Muaragembong Sukarmawan menjelaskan sedikitnya ada 14.000 jiwa di lima desa berstatus terdampak banjir rob. Genangan air laut itu turut merendam ribuan hektare tambak milik warga. Pihaknya terus berupaya meminta pertolongan kepada pemerintah daerah, PMI, BPBD maupun relawan meski belum semua warga menerima bantuan dimaksud.

Dirinya juga berharap pemerintah pusat mempercepat proyek pembangunan tembok raksasa atau giant seawall untuk menahan pasang air laut sekaligus meminimalisasi dampak banjir rob di wilayah pesisir Kecamatan Muaragembong. "Kami sangat berharap agar rencana pembangunan giant seawall segera direalisasikan agar banjir rob tidak terus berulang. Warga kini masih menunggu penanganan lebih lanjut dari pemerintah," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Semenit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Anugerah Jurnalistik KWP 2026

Perwakilan ICRC Temui Aung San Suu Kyi

6 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Perwakilan ICRC Temui Aung ...
Olahraga
Kabar Gembira, Reno Salampe...
Luar Negeri
Tiongkok Waspadai Risiko Ke...
Luar Negeri
Kebakaran Gudang Limbah Anc...
MILITER

Militer Korsel Nyaris Tembak Drone AS

51 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Militer Korsel Nyaris Temba...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.