Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Survei Ungkap Lingkungan Sekolah dan Rumah Paling Rawan Kekerasan

📅 Jumat, 05 Des 2025, 15:25 WIB | Oleh:
Survei Ungkap Lingkungan Sekolah dan Rumah Paling Rawan Kekerasan Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA (tengah) Desy Andriani

JAKARTA - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menyatakan lingkungan pendidikan dan rumah menjadi lokasi paling banyak terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Temuan tersebut menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak.

“Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat tumbuh dan belajar justru masih menyimpan risiko bagi sebagian perempuan. Sebanyak 33,6 persen perempuan mengalami kekerasan fisik oleh selain pasangan mengalami juga di sekolah atau kampus selama hidup mereka,” kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KemenPPPA, Desy Andriani, dalam keterangannya, Jumat (5/12).

Selain itu, Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) mencatat bahwa kekerasan seksual paling banyak terjadi di rumah korban sendiri. Dengan persentase mencapai 27,6 persen.

“Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan melindungi perempuan, justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan. Ini menunjukkan masih lemahnya sistem perlindungan di lingkungan terdekat,” ucap Desy.

Di era digital, Desy juga mengungkapkan bentuk kekerasan terhadap perempuan juga semakin beragam. SPHPN mencatat 7,5 persen perempuan pernah mengalami kekerasan seksual berbasis elektronik selama hidupnya.

“Ruang digital belum sepenuhnya aman. Perempuan masih menerima pesan, gambar, atau konten bernuansa seksual yang tidak dikehendaki melalui berbagai platform komunikasi,” ucap Desy.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya peran dari tokoh agama dan tokoh masyarakat khususnya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kekerasan terhadap perempuan dan  pencegahannya.

"Kita lihat masih kurang berperannya tokoh agama, tokoh masyarakat, dan l pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan terhadap kekerasan terhadap perempuan. Kekerasan terhadap perempuan adalah fenomena gunung es, jumlah pelaporan jauh lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kasus yang terjadi,” kata Arifah. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.