Gubernur: Perayaan Natal Jakarta Harus Lebih Meriah
📅 Kamis, 04 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
JAKARTA – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menginginkan agar perayaan Natal Tahun ini berjalan lebih meriah. “Jadi, tak hanya mempersiapkan pesta malam pergantian tahun, saya juga sudah minta jajaran untuk mempersiapkan perayaan Natal secara meriah,” tandas Pramono, Rabu.
Dia pun mengaku tidak ingin perayaan Natal hanya disiapkan satu acara besar. Pramono menginginkan agar pesta perayaan Natal Jakarta dapat dipersiapkan dengan semarak. Maka, Pemprov mengizinkan pusat-pusat keramaian dan pertokoan untuk memberikan dekorasi agar suasana Natal lebih menarik.
Bahkan, Gubernur juga mengizinkan masyarakat untuk bernyanyi di kawasan Sudirman hingga Gatot Subroto. “Suasana seperti itu memang saya inginkan agar Jakarta menjadi lebih semarak saat Natal,” ungkap Pramono.
Selain itu, Pramono juga mengungkapkan rencana menggelar pesta malam tahun baru 2026 di beberapa titik dengan pusat Bundaran HI. “Untuk tahun baru, rencananya memang masih seperti dulu-dulu, dipusatkan di 2-3 tempat. Tapi, yang utama di Bundaran HI dan Monas,” katanya. Ada pula usulan untuk menggelar pesta malam pergantian tahun di Ancol atau Lapangan Banteng. Namun, Pramono belum memutuskannya.
Pramono mengungkapkan ini dalam kegiatan “Townhall Meeting” bersama para camat, lurah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di Balai Kota Jakarta, Rabu (3/12). Pertemuan ini digelar sebagai langkah memperkuat koordinasi wilayah menjelang libur Natal dan Tahun Baru, serta menghadapi potensi cuaca ekstrem Desember hingga Januari 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan pentingnya sinergi antarperangkat wilayah untuk menjaga stabilitas kota selama periode akhir tahun. Ia menilai bahwa keberhasilan menjaga situasi Jakarta tidak hanya bergantung pada pimpinan daerah tingkat provinsi, melainkan juga peran aktif lurah dan camat di lapangan.
“Rapat kali ini momentum untuk menguatkan komitmen menjaga Jakarta. Tidak mungkin kota ini dijaga hanya oleh gubernur, kapolda, atau pangdam,” ujarnya. Dalam arahannya, Pramono minta lurah dan camat memperkuat komunikasi publik serta memastikan pelayanan dasar berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, merespons cepat laporan masyarakat, dan memastikan seluruh proses pelayanan bebas pungutan liar.
“Koordinasi di setiap tingkat adalah kunci. Bahkan gerakan Jaga Jakarta sudah menjadi percontohan bagi daerah lain,” tegas Gubernur Pramono. Selain itu, Pramono memaparkan rencana penyelesaian sejumlah pekerjaan kota yang sempat tertunda. Ini termasuk pembersihan tiang monorel di Jalan Rasuna Said yang akan dimulai Januari 2026. Proyek tersebut dilanjutkan dengan pembangunan pedestrian dan ruang terbuka hijau yang diproyeksikan mampu mengurangi kemacetan hingga 14 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gubernur juga menyebut penyelesaian persoalan lahan Sumber Waras telah menunjukkan perkembangan positif setelah melalui pembahasan panjang. Ia menyampaikan bahwa pemerintah provinsi menargetkan pemanfaatan lahan tersebut dapat mendukung fungsi pelayanan publik dan kebutuhan tata ruang kota.
Ancaman Cuaca
Sementara itu, terkait ancaman cuaca ekstrem, Pramono minta perangkat wilayah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi curah hujan yang diprediksi mencapai 300 milimeter.
Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air menyiapkan seluruh pompa serta mempercepat normalisasi sungai, termasuk Ciliwung dan Krukut, sebagai bagian dari mitigasi banjir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!