Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenkop Ultimatum: Gudang Kopdes Jangan Jadi Pajangan, Saatnya Menampung Produk Desa!

📅 Selasa, 02 Des 2025, 20:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenkop Ultimatum: Gudang Kopdes Jangan Jadi Pajangan, Saatnya Menampung Produk Desa! Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha.
Ket. Seorang petani membeli pupuk di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Desa Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah.

JAKARTA – Optimalisasi Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat penampungan produk desa menjadi langkah strategis untuk memperkuat rantai nilai ekonomi perdesaan.

Dengan fungsi agregasi yang lebih terstruktur, koperasi dapat mengonsolidasikan berbagai komoditas lokal—mulai dari pertanian, perkebunan, hingga kerajinan—sehingga meningkatkan skala produksi dan daya tawar petani serta pelaku usaha desa.

Selain itu, koperasi menjadi pintu masuk standarisasi mutu, pengemasan, hingga pencatatan transaksi yang lebih transparan.

Perannya sebagai hub distribusi juga memperpendek mata rantai perdagangan, menekan biaya logistik, dan memperluas akses pasar.

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menegaskan pembangunan gudang koperasi desa/ kelurahan (kopdes/ kel) merah putih harus dimaksimalkan untuk menampung produk-produk unggulan desa.

Menurut Farida, keberadaan gudang kopdes akan menjadi pusat pengelolaan hasil pertanian. Petani juga disebutnya dapat menjual gabahnya ke koperasi untuk kemudian dikeringkan, digiling, dan dijual kembali ke masyarakat.

"Dampaknya, masyarakat bisa menikmati harga beras yang tidak terlalu mahal dan tidak perlu beli dari luar," ujarnya usai peletakan batu pertama pembangunan gerai dan pergudangan Kopdes Merah Putih Bontomate'ne di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Selasa, sebagaimana dikutip dari keterangan pers Kemenkop di Jakarta, Selasa (2/12).

Farida berharap fasilitas gerai dan gudang kopdes merah putih dapat benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi desa melalui pemanfaatan potensi lokal, sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Masyarakat diimbau untuk bergabung sebagai anggota koperasi agar dapat menggunakan berbagai fasilitas yang telah disediakan sebagai sarana transaksi dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ia menambahkan kopdes merah putih juga akan berperan sebagai offtaker atau pengumpul hasil bumi masyarakat untuk diolah di koperasi dan dikembalikan dalam bentuk produk yang dijual ke warga.

"Nantinya, keuntungan dalam bentuk SHU (sisa hasil usaha) bisa dibagi lagi di akhir tahun untuk masyarakat sebagai anggota koperasi," ujarnya.

Farida menegaskan pembangunan gudang dan gerai kopdes bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam mempercepat penguatan ekonomi desa.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan sarana pendukung lainnya, agar manfaat kopdes merah putih dapat segera dirasakan masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan harian warga hingga penyerapan produk lokal.

"Kehadiran kopdes diharapkan mampu membuka lapangan usaha baru, memperkuat pemasaran produk lokal, serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan asli desa," ucap Farida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Pemuda Jawa Diminta Terus D...
Olahraga
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 H...
Olahraga
AC Milan Bangkit dengan Car...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.