Program Becak Listrik Presiden Jangkau 280 Pengemudi di Banyumas
📅 Selasa, 02 Des 2025, 12:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
PURWOKERTO – Program becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto menjangkau 280 pengemudi becak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, melalui penyaluran yang dilakukan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Penyaluran bantuan becak listrik tersebut dilakukan oleh Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko dan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (02/12).
Ditemui usai penyaluran bantuan, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan jumlah tersebut lebih besar dari usulan awal pemerintah daerah.
“Kami mengajukan 188 unit, tetapi GSN memberikan 280. Dalam tiga hari kami mendata pengemudi becak yang memenuhi kriteria usia,” katanya.
Ia mengatakan dari total 280 unit tersebut, penyaluran dilakukan di beberapa wilayah, yakni Purwokerto sebanyak 100 unit, Kecamatan Banyumas 100 unit, dan Kecamatan Sokaraja 80 unit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas hanya menyediakan data calon penerima, sementara penetapan penerima dilakukan langsung oleh pihak yayasan.
“Selain becak listrik, bantuan tambahan juga diberikan, antara lain 21 kacamata berbasis kecerdasan buatan (AI), iPad bagi enam sekolah dasar yang berada di wilayah blank spot internet, serta paket sembako untuk warga penerima manfaat,” kata Bupati..
Sementara itu, Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko mengatakan program becak listrik merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo sebagai bentuk perhatian terhadap para pengemudi becak lanjut usia yang masih bekerja menafkahi keluarga dengan menggunakan becak kayu konvensional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tidak ada prioritas khusus daerah tertentu. Target nasional ada 80 ribu pengemudi becak yang akan menerima secara bertahap. Tahun ini ditargetkan 10 ribu unit, dan tahun depan 30 ribu,” katanya.
Menurut dia, becak listrik membantu meningkatkan produktivitas karena dapat dioperasikan lebih lama tanpa menguras tenaga.
Oleh karena itu, kata dia, para penerima juga diimbau tidak menjual bantuan tersebut.
“Jika disalahgunakan atau dijual, becaknya akan kami tarik dan diberikan kepada pengemudi lain,” katanya.
Teguh mengatakan GSN telah bekerja sama dengan beberapa bengkel untuk layanan perbaikan, sementara pemerintah daerah diimbau menyediakan fasilitas pengisian daya di pangkalan becak agar operasional kendaraan tetap terjaga.
Salah seorang penerima bantuan, Abdul Mungid (75) mengaku terbantu karena pendapatannya sebelumnya kerap tidak menentu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!