Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Semarang Belum Inventarisasi Kerugian Kerusakan Fasilitas Umum

📅 Senin, 01 Sep 2025, 22:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkot Semarang Belum Inventarisasi Kerugian Kerusakan Fasilitas Umum Doc: ANTARA
Ket. Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, bersama Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanif Ismail, dan perwakilan ormas Islam.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang sejauh ini belum menginventarisasi total kerugian atas rusaknya sejumlah fasilitas umum di Kota Semarang imbas kericuhan yang terjadi beberapa hari lalu.

"Data yang kami miliki belum sih berapa kerusakannya," kata Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, usai mengikuti doa bersama di Masjid Agung Semarang, Senin (01/9).

Yang jelas, ia memastikan bahwa organisasi perangkat daerah (OPD) terkait langsung melakukan perbaikan atas kerusakan-kerusakan fasilitas umum.

"Alhamdulillah, kawan-kawan dari perangkat daerah dan memang itu adalah sudah kebiasaan SOP, setiap ada suatu even pasti kan ada kerusakan kecil-kecil ya. Itu langsung kami perbaiki," katanya.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan baik, mulai tingkat pemerintah kota sampai ke tingkat bawah.

"(Pelayanan) Kecamatan, kelurahan, semuanya berjalan sesuai dengan semestinya, tidak ada satupun yang kita kurangi," katanya.

Seiring adanya sejumlah daerah menerapkan sistem work from anywhere (WFA) imbas kericuhan, ia mengatakan tidak ada penerapan WFA di lingkup Pemkot Semarang.

Soal halaman balai kota yang lengang dari kendaraan, ia membenarkan karena aparatur sipil negara (ASN) memang diimbau untuk tidak membawa kendaraan pribadi.

"Sepinya bukan karena orangnya yang enggak ada. Semuanya ada di dalam kantor. Kendaraan saja, mungkin ada sebagian yang karena merasa takut sehingga kemudian menggunakan kendaraan umum," katanya.

Sebelumnya, kericuhan terjadi buntut aksi demo di sejumlah daerah, termasuk di Jateng, seperti di Kota Pekalongan, Kota Tegal, Kota Surakarta, dan Kota Semarang, 29–30 Agustus 2025.

Bahkan, massa sempat merusak dan membakar gedung fasilitas umum, dan fasilitas pelayanan publik, seperti Gedung DPRD Kota Pekalongan, beserta kendaraan, baik mobil maupun motor.

Di Semarang, massa membakar sebuah warung dan tiga mobil yang terparkir di halaman DPRD Jawa Tengah, dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
  • Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian
    Preview komentar:
    Bukannya Vivo & BP 92 udah 16.130 dari ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

5 jam yang lalu | Marcellus Widiarto

Ekonomi
Kabar Baik! Rupiah Menguat ...

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Jumlah rumah rusak akibat g...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.