Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hong Kong Bentuk Komite Independen untuk Menyelidiki Kebakaran Apartemen dengan Korban Tewas Lebih dari 150 Orang

📅 Selasa, 02 Des 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Hong Kong Bentuk Komite Independen untuk Menyelidiki Kebakaran Apartemen dengan Korban Tewas Lebih dari 150 Orang Doc: Istimewa
Ket. Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee (tengah) dan para pejabat pemerintah Hong Kong lainnya mengheningkan cipta untuk para korban kebakaran mematikan di Wang Fuk Court, distrik Tai Po di Wilayah Baru Hong Kong pada Sabtu (29/11).

HONG KONG - Pemimpin Hong Kong pada hari Selasa (2/12), mengatakan sebuah komite independen akan dibentuk untuk menyelidiki penyebab kebakaran paling mematikan di kota itu dalam beberapa dekade, termasuk pengawasan renovasi yang dituding sebagai penyebab bencana yang telah merenggut lebih dari 150 nyawa.

Polisi telah menangkap 13 orang atas dugaan pembunuhan dalam penyelidikan kriminal atas bencana minggu lalu, dan badan antikorupsi juga telah menangkap 12 orang dalam penyelidikan dugaan korupsi. Belum jelas apakah ada di antara mereka yang ditangkap atas kedua tuduhan tersebut.

Pihak berwenang telah menunjuk jaring plastik dan busa insulasi di bawah standar yang digunakan selama pekerjaan renovasi di Wang Fuk Court sebagai pemicu kebakaran yang dengan cepat menyebar ke tujuh menara tinggi, yang dihuni lebih dari 4.000 orang.

"Untuk menghindari tragedi serupa terulang, saya akan membentuk komite independen yang dipimpin hakim untuk memeriksa alasan di balik penyebab dan penyebaran cepat (kebakaran) serta isu-isu terkait," ujar John Lee, kepala eksekutif Hong Kong, dalam konferensi pers.

Para penyidik telah menyisir semua kecuali dua dari tujuh menara yang terbakar, menemukan jenazah penghuni di tangga dan atap, terjebak saat mereka mencoba melarikan diri dari api. Sekitar 30 orang masih hilang.

Dengan memuncaknya kemarahan publik, beberapa kelompok telah menyerukan lebih banyak transparansi dan akuntabilitas, di tengah peringatan dari Beijing dan Hong Kong bahwa setiap upaya untuk mempolitisasi bencana tersebut akan dihukum berat.

Ketika ditanya tentang penahanan seorang mahasiswa dari salah satu kelompok, dan dua kelompok lainnya dilaporkan sedang diselidiki atas kemungkinan penghasutan, Lee mengatakan dia tidak akan menoleransi kejahatan apa pun, terutama mereka yang mengambil keuntungan dari tragedi tersebut.

Dia tidak mengomentari kasus-kasus spesifik.

Amnesty International dan Human Rights Watch keduanya telah mengeluarkan pernyataan yang mengkritik penangkapan yang dilaporkan.

"Sekaranglah saatnya bagi otoritas Hong Kong untuk menyelidiki secara transparan penyebab kebakaran yang dahsyat ini... daripada membungkam mereka yang mengajukan pertanyaan yang sah," kata Amnesty International.

Kantor keamanan nasional Tiongkok telah memperingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan bencana ini untuk "menjerumuskan Hong Kong kembali ke dalam kekacauan" seperti tahun 2019, ketika protes pro-demokrasi besar-besaran menantang Beijing dan memicu krisis politik.

"Kami dengan tegas memperingatkan para pengganggu anti-Tiongkok yang mencoba 'mengganggu Hong Kong melalui bencana'," demikian pernyataan kantor tersebut. "Apa pun metode yang Anda gunakan, Anda pasti akan dimintai pertanggungjawaban dan dihukum berat."

Pemilihan legislatif yang akan berlangsung pada hari Minggu akan tetap berjalan sesuai rencana, kata Lee.

Warga Telah Diperingatkan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Advertisement
5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

5 Event Akhir Pekan di Jakarta September 2026: Pameran Anabul Hingga Festival Art Toy

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.