Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar UGM Soroti Kerusakan Habitat Satwa di Tengah Banjir Sumatera

📅 Selasa, 02 Des 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Guru Besar UGM Soroti Kerusakan Habitat Satwa di Tengah Banjir Sumatera Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA - Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa pada manusia, tetapi juga merusak ekosistem satwa liar. Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, seekor gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) ditemukan mati setelah terseret material banjir dan terjebak dalam tumpukan kayu serta lumpur pekat. Kondisi tersebut diduga kuat terkait dengan kerusakan habitat yang ikut longsor akibat bencana.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, Prof. Dr. drh. Raden Wisnu Nurcahyo, menilai peristiwa ini sebagai alarm serius bahwa perlindungan habitat satwa harus menjadi perhatian semua pihak. Ia menekankan bahwa wilayah Sumatera merupakan rumah bagi beragam flora dan fauna yang sangat bergantung pada keberadaan hutan. “Jadi, hilangnya habitat karena ulah manusia itu dengan sendirinya juga, flora dan faunanya juga ikut menjadi korban,” jelasnya, Selasa (2/12).

Wisnu menjelaskan bahwa banjir bandang yang dipicu alih fungsi lahan—terutama perkebunan kelapa sawit—membuat ruang gerak gajah semakin terfragmentasi. Selain sawit, perubahan bentang alam juga terjadi akibat pertambangan, pembangunan jalan, permukiman, dan aktivitas perladangan. Kondisi tersebut memaksa gajah-gajah keluar dari hutan dan bergerak menuju pemukiman warga. “Padahal untuk seekor gajah itu perlu tempat untuk sosialisasi, berkumpul bersama dengan kelompok gajah, dengan kawanan gajah yang lain. Kemudian dia sudah memiliki jalur misalnya untuk mandi, mencari makan, berkembang biak di habitat yang nyaman, sehingga populasinya bisa semakin meningkat. Tapi dengan adanya kondisi seperti ini, itu akan membuat mereka itu juga semakin terjepit dan terpaksa terseret ke pemukiman,” ujar Wisnu.

Untuk mencegah kejadian serupa, Wisnu menilai perlindungan habitat asli menjadi langkah paling mendesak. Ia menegaskan bahwa Sumatera merupakan kawasan terbaik bagi gajah untuk berkembang, sehingga pembukaan lahan untuk kelapa sawit maupun infrastruktur yang membelah hutan harus dihentikan. “Nah, khusus untuk di Aceh ini mestinya ya segera dibuat ketentuan bahwa tidak boleh ada lagi pembukaan lahan untuk kelapa sawit,” jelasnya.

Menurut Wisnu, bencana ekologis yang terjadi merupakan konsekuensi dari kerusakan lingkungan oleh manusia, mulai dari penebangan hutan, ekspansi kelapa sawit, hingga pertambangan. Dampaknya tidak hanya dirasakan manusia, tetapi juga satwa liar yang kehilangan ruang hidup. “Nah ini yang harus diingat, kita harus berbagi ruang antara satwa liar dan flora. Jadi harus berbagi ruang, kalau enggak nanti akan menjadikan malapetaka-malapetaka selanjutnya,” jelas Wisnu..

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.