Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Tulungagung Deteksi Peningkatan Kasus HIV pada Kelompok Remaja

📅 Selasa, 02 Des 2025, 16:43 WIB | Oleh:
Dinkes Tulungagung Deteksi Peningkatan Kasus HIV pada Kelompok Remaja Doc: ANTARA/Destyan Sujarwoko
Ket. Penggiat HIV/AIDS membagikan bunga mawar dan leaflet kepada pengguna jalan di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (1/12).

Tulungagung, Jatim -- Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mendeteksi tren peningkatan kasus HIV pada kelompok usia remaja dalam beberapa tahun terakhir.

"Ya, kami kini memberi perhatian lebih pada skrining dan edukasi bagi kelompok usia remaja, karena ada tren peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tulungagung Desi Lusiana Wardani di Tulungagung, Selasa.

Menurut Desi, secara kumulatif temuan HIV pada kelompok usia remaja mencapai 524 kasus.

Meski proporsinya masih kecil, yakni sekitar 15–20 persen dari temuan tahunan, jumlahnya terus meningkat. Perubahan perilaku seksual remaja menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.

Ia menjelaskan edukasi pencegahan kini dilakukan menyasar sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan. Program ini bertujuan mendorong pemahaman remaja terkait risiko penularan dan cara pencegahannya.

"Ketika mereka tahu cara mencegah, harapannya perilaku berisiko tidak dilakukan hingga dewasa," katanya.

Dari sisi tren tahunan, temuan kasus baru HIV di Tulungagung sempat melonjak pada 2018 dengan 390 kasus.

Angka tersebut menurun pada 2020–2022 karena pembatasan mobilitas, namun kembali naik pada 2024 dengan 395 kasus.

Meski demikian, lanjut Desi, positivity rate HIV di Tulungagung menunjukkan penurunan signifikan. Tahun 2018 angka positivity rate tercatat 3,10 persen, sedangkan per September 2025 turun menjadi 1,01 persen.

"Jumlah tes HIV terus kami tingkatkan. Artinya kesadaran masyarakat untuk tes makin tinggi, dan skrining makin luas untuk mengungkap fenomena gunung es. Ini penting agar penularan dapat dihentikan," katanya.

Dinkes menyebut penurunan positivity rate menjadi indikasi efektifnya perluasan skrining dan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara mandiri maupun melalui layanan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.