Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Tegaskan Penanganan Warga Terdampak Banjir dan Longsor Prioritas Utama

📅 Senin, 01 Des 2025, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Tegaskan Penanganan Warga Terdampak Banjir dan Longsor Prioritas Utama Doc: Antara

JAKARTA - Pemerintah menegaskan penanganan warga terdampak dan pemulihan daerah sebagai prioritas utama atas bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatera dalam beberapa hari terakhir.

Plt Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria, mengatakan pihaknya menyampaikan duka cita dan keprihatinan atas bencana Sumatera tersebut. “Kementerian ESDM menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Sumatera. Prioritas utama pemerintah saat ini adalah penanganan warga terdampak dan pemulihan wilayah,” katanya dalam keterangannya, Minggu (30/11).

Lana menjelaskan bencana di lima kabupaten, yaitu Humbang Hasudutan, Agam, Mandailing Natal, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara, dipengaruhi tiga faktor utama.

Curah hujan tinggi hingga ekstrem menjadi pemicu dominan, diperburuk oleh kondisi geomorfologi yang curam serta litologi lapuk yang mudah tererosi. “Peningkatan kapasitas masyarakat desa rawan bencana melalui identifikasi tanda awal longsor, jalur evakuasi, serta revitalisasi vegetasi lereng menjadi fondasi pencegahan di tingkat tapak. Pengendalian tata guna lahan pada lereng curam termasuk pembatasan pembukaan lahan baru dan perbaikan drainase permukaan merupakan langkah struktural yang sangat menentukan dalam menurunkan risiko pada kawasan permukiman,” jelasnya.

Terkait longsor di dua kabupaten di Sumatera Utara, Lana menyebut lokasi kejadian berada di kawasan perbukitan curam hingga sangat curam di sekitar Kota Sibolga. “Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah, secara umum Kota Sibolga berada pada zona potensi gerakan tanah menengah-tinggi, yang berarti wilayah ini dapat dan atau sering mengalami kejadian gerakan tanah,” ujarnya.

Dari sisi meteorologi, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa Bibit Siklon Tropis 95B yang teridentifikasi sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh dan Selat Malaka memicu peningkatan cuaca ekstrem.

Analisis BMKG menunjukkan fenomena tersebut meningkatkan potensi hujan lebat hingga ekstrem dan angin kencang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan wilayah sekitarnya. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.