Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Komoditas Lemak dan Minyak Hewani dan Nabati serta Nikel Jadi Penyumbang Utama Surplus Neraca Dagang Indonesia

📅 Senin, 01 Des 2025, 13:58 WIB | Oleh:
BPS: Komoditas Lemak dan Minyak Hewani dan Nabati serta Nikel Jadi Penyumbang Utama Surplus Neraca Dagang Indonesia Doc: antara foto
Ket. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas lemak dan minyak hewani/nabati, BBM, besi dan baja, produk nikel, serta alas kaki menjadi komoditas penyumbang utama surplus neraca dagang Indonesia periode Januari hingga Oktober 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin menjelaskan komoditas lemak dan minyak hewani/nabati menyumbang keuntungan dagang 28,12 miliar dollar AS, BBM menyumbang 22,59 miliar dollar AS, sektor besi dan baja 15,79 miliar dollar AS, produk nikel 7,39 milliar dollar AS, serta alas kaki 5,47 miliar dollar AS.

Adapun secara kumulatif neraca dagang Indonesia pada Januari hingga Oktober 2025 memperoleh surplus 35,88 miliar dolar AS. Angka ini naik 10,98 miliar dollar AS dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY).

"Neraca perdagangan Indonesia telah mencatatkan surplus selama 66 bulan berturut- turut sejak Mei 2020. Surplus sepanjang Januari–Oktober 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar 51,51 miliar dollar AS, sementara komoditas migas masih mengalami defisit 15,63 miliar dollar AS," ucap dia.

Pudji mengatakan, total ekspor periode Januari - Oktober 2025 mencapai 234,04 miliar dollar AS. Angka ini naik 6,96 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai 218,82 miliar dollar AS.

Ia menjelaskan, tiga besar negara tujuan ekspor Indonesia yakni China, Amerika Serikat, dan India dengan kontribusi penjualan ke negara tersebut terhadap total ekspor nonmigas mencapai 41,84 persen.

Nilai ekspor ke negara China mencapai 52,45 miliar dollar AS atau 23,51 persen, Amerika Serikat sebesar 25,56 miliar dollar AS atau 11,46 persen, dan India sebesar 15,32 miliar dollar AS atau 6,87 persen.

Lebih lanjut, ekspor ke China kata dia, didominasi oleh besi dan baja, BBM, serta produk nikel. Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik, pakaian dan aksesorisnya (rajutan), serta alas kaki.

Sementara itu, untuk nilai impor Indonesia pada Januari-Oktober 2025 mencapai 198,16 miliar dollar AS atau meningkat 2,19 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor 171,61 miliar dollar AS, naik 4,95 persen. Sedangkan impor sektor migas mengalami penurunan sebesar 12,67 persen menjadi 26,56 miliar dollar AS.

Apabila dilihat dari sisi penggunaan, peningkatan utama impor terjadi pada barang modal mencapai 40,55 miliar dollar AS atau naik 18,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pihaknya mencatat sepanjang 10 bulan di 2025, China menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai 70,19 miliar dollar AS atau 40,9 persen, diikuti Jepang sebesar 12,17 miliar dollar AS atau 7,09 persen, dan Amerika Serikat sebesar 8,17 miliar dollar AS atau 4,76 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Taulaju kurase
Taulaju kurase
14 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Selatan Aj...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.