Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wakil Bupati Buton Mencari Pemasang Iklan Penjualan Pulau Pendek

📅 Kamis, 27 Nov 2025, 13:48 WIB | Oleh:
Wakil Bupati Buton Mencari Pemasang Iklan Penjualan Pulau Pendek Doc: ist
Ket. pulau pendek tidak dijual

BUTON – Belakangan beredar iklan daring penjualan Pulau Pendek, Buton, Sulawesi Tenggara. Postingan tersebut terkait Pulau Pendek, Desa Boneatiro, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) di situs jual beli online. Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa membantah bahwa Pulau Pendek tersebut dijual. “Tak ada orang datang mau membeli atau menjual pulau tersebut,” ujar Syarifuin.

Postingan pulau dijual ini pun sampai viral di media sosial. Dalam keterangan situs jual beli online tersebut, Pulau Pendek tidak hanya dijual tetapi juga disewakan untuk keperluan wisata. Wabup membantah semua iklan tersebut.

Pulau ini juga sebelumnya pernah dijual pada tahun 2020. Menurut Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa langsung mendatangi Pulau Pendek. Dia meninjau langsung kondisi serta memastikan kebenaran terkait pulau yang hendak dijual itu. Wabup menegaskan bahwa pulau Pendek sama sekali tidak dijual.

Dalam uanggahan di situs jual beli menampilkan informasi penjualan sekaligus penyewaan pulau tersebut. Foto-foto pulau terpampang lengkap dengan keterangan dijual dan disewakan untuk wisata. Tak pelak lagi masalah ini membuat publik bingung. Kasus pulau dijual secara online bukan barang baru, sudah sangat sering terjadi di negeri ini. Mengapa terus terulang?

Unggahan itu langsung viral di media sosial. Banyak yang mempertanyakan bagaimana mungkin sebuah pulau yang merupakan wilayah adat dan memiliki masyarakat lokal bisa diperjualbelikan begitu saja di dunia maya. Reaksi warga pun beragam, mulai dari kaget, geram, sampai khawatir terhadap masa depan pulau itu.

Ini harus diselesaikan oleh pemda setempat. Perlu dicari pelakunya karena tidak mungkin pulau dijual. Sudah benar langkah yang ditempu pemerintah daerah yang akhirnya turun tangan. Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, langsung menuju lokasi untuk memastikan apakah benar pulau Pendek dijual seperti yang ramai diberitakan. Hasil pengecekan itu kemudian membuka fakta sebenarnya.

Kabar Pulau Pendek Buton dijual online pertama kali muncul dari sebuah situs jual beli yang menampilkan foto-foto pulau dengan penawaran seolah-olah properti pribadi.Penjelasannya bahkan menyebutkan harga, opsi sewa untuk wisata, dan kalimat promosi lain yang membuat publik tambah percaya. Orang ini harus ditindak. Jika tidak nanti akan terus terulang seperti yang sudah-sudah. Pulau adalah milik bangsa, tak boleh dimiliki perorangan, apalagi dijual.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.