Ilmuwan Inggris Temukan Ancaman Virus Mematikan di Indonesia Lewat Sebaran Unggas
📅 Rabu, 26 Nov 2025, 19:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pirbright
JAKARTA - Penelitian kolaboratif antara Dr. Steve Fiddaman dari The Pirbright Institute dan Profesor Adrian Smith dari Universitas Oxford sedang menyoroti pentingnya memahami keragaman genetik ayam di Indonesia. Proyek yang dipayungi British Council ini juga menargetkan identifikasi galur baru Virus Marek atau MDV yang selama ini menjadi momok industri unggas dunia.
MDV dikenal sebagai virus sangat menular yang menyerang ayam, burung puyuh, hingga kalkun di berbagai negara penghasil unggas. Penyebarannya melalui udara membuat penyakit ini sulit dikendalikan dan memicu kerugian ekonomi global hingga US$1-2 miliar setiap tahun.
Dr. Steve, yang meraih gelar doktor di Oxford pada 2021, hadir dalam Konferensi Internasional ke-12 tentang Pertanian Berkelanjutan dan Lingkungan di Bali pada Oktober lalu. Kehadiran ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan para peneliti yang terlibat dalam pemetaan genetik unggas Indonesia.
"Baik Adrian Smith maupun saya diundang untuk memberikan ceramah utama dan lokakarya," kata Steve.
Ia menambahkan bahwa lokakarya tersebut mempertemukan seluruh ilmuwan dan asisten lapangan yang bekerja dalam proyek riset ini. Pertemuan itu juga menjadi ruang pembaruan informasi terkait progres pengambilan sampel ayam di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam laporan terbaru, tim telah mengumpulkan lebih dari 600 sampel darah dan bulu dari peternakan kecil di 19 lokasi pulau berbeda di Indonesia. Sebanyak 15 titik sampling berada di wilayah Wallacea, sementara empat lainnya dilakukan di Jawa untuk memastikan keragaman data.
Sampel darah itu akan diproses untuk menghasilkan genom utuh sebagai dasar pemahaman asal-usul ayam lokal di Indonesia. Analisis ini juga akan melihat potensi dampak perkawinan sedarah serta populasi kecil terhadap kerentanan genetik ayam-ayam tersebut.
Selain itu, riset ini juga diarahkan untuk mengidentifikasi sifat ketahanan alami terhadap penyakit yang mungkin dimiliki ayam lokal. Temuan tersebut diharapkan bisa menjadi basis peningkatan kesehatan unggas baik di Indonesia maupun negara lain di dunia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sampel bulu akan dibawa ke Inggris, di mana kami akan menyaringnya untuk mencari bukti adanya Virus Penyakit Marek," tambah Steve.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk memahami distribusi global MDV, tingkat keganasannya, serta efeknya terhadap peternakan unggas. Proses ini juga akan membantu memetakan pola sebaran penyakit yang selama ini sulit dideteksi.
Dr. Adrian Smith turut memberikan pelatihan bagi tim Indonesia mengenai penyakit menular yang umum menyerang ayam di wilayah Nusantara. Pelatihan tersebut juga mencakup pengantar sistem imun unggas agar para peneliti dapat melakukan analisis lapangan dengan lebih dalam.
Di sisi lain, tim lapangan telah melakukan wawancara dengan lebih dari 200 peternak kecil di berbagai daerah. Wawancara ini menggali tantangan beternak ayam di pedesaan, mulai dari manajemen kandang hingga dampak penyakit menular yang sering menghantam peternak kecil.
Salah satu tujuan besar proyek ini adalah mengembalikan hasil analisis genetik kepada peternak agar mereka bisa menentukan jenis ayam terbaik untuk dipelihara. Data tersebut juga membantu peternak memahami pengelolaan kawanan ayam agar lebih sehat dan produktif.
Tim Indonesia yang merupakan bagian dari komunitas peternak setempat menjadi kunci keberhasilan proyek penelitian ini. Kedekatan sosial dan kepercayaan yang mereka bangun membantu pengumpulan data berlangsung lebih efektif dan mendalam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!