Potensi Raksasa Terpendam: Pemerintah Desak Investor Masuk ke 108 Cekungan Migas
📅 Selasa, 25 Nov 2025, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisTidak hanya itu, pemerintah juga menjalankan strategi untuk meningkatkan produksi minyak bumi yang berfokus pada identifikasi dan evaluasi cadangan yang belum ditemukan.
Selain itu, juga diterapkan teknologi enhanced oil recovery (EOR) dan waterflood di lapangan-lapangan yang menjanjikan, serta optimalisasi pemanfaatan sumur-sumur yang tidak terpakai.
Dalam jangka pendek hingga menengah, strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi minyak bumi berfokus pada identifikasi dan evaluasi cadangan yang belum ditemukan, penerapan teknik EOR dan waterflood di lapangan-lapangan yang menjanjikan, serta optimalisasi pemanfaatan sumur-sumur yang tidak terpakai.
Langkah-langkah terarah ini dirancang untuk memaksimalkan produksi dari wilayah kerja yang ada.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selain meningkatkan produksi migas, pemerintah juga tengah membangun infrastruktur, meliputi jaringan pipa transmisi dan distribusi migas dari wilayah kerja ke kawasan industri, peningkatan kapasitas kilang minyak dalam negeri, tangki penyimpanan minyak, serta peningkatan jumlah pengiriman kargo migas," tuturnya.
Pada acara tersebut, ditandatangani Wilayah Kerja Perkasa yang memiliki potensi sumber daya sebesar 228 MMBO atau 1,3 TCF.
Perjanjian ini mencakup bonus tanda tangan sebesar 300 ribu dolar AS dan total komitmen pasti sebesar 2,25 juta dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjanjian tersebut mencerminkan komitmen kuat para investor untuk mendukung pengembangan dan peningkatan produksi migas di wilayah kerja Perkasa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!