Tak Lelah Menggaungkan Solidaritas Mondial di KTT G20
📅 Minggu, 23 Nov 2025, 09:13 WIB | Oleh: Tim PenulisDalam kesempatan itu, dia merinci komitmen Indonesia untuk mengalokasikan lebih dari separuh anggaran iklim nasional, sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun, untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur berketahanan iklim.
Wapres juga mengungkit sistem pembayaran digital QRIS yang semakin populer di Indonesia, sebagai contoh solusi keuangan digital yang sederhana untuk mendorong peningkatan keterlibatan masyarakat dalam ekonomi nasional.
Dua hal yang disampaikan Gibran tersebut cukup menunjukkan bahwa Indonesia telah mengambil tindakan konkret, daripada sekadar berkata-kata, dalam mewujudkan sistem finansial yang inklusif dan diharapkan dapat menjadi inspirasi dunia.
Di hadapan puluhan pemimpin dunia, Wapres Gibran juga mengingatkan bahwa tidak ada metode terbaik untuk pembangunan negara, sehingga kerja sama yang saling memberdayakan harus dilakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kerja sama harus memberdayakan, bukan mendiktekan. Kerja sama harus mengangkat, bukan menciptakan ketergantungan,” ucap Gibran.
Ia pun tak lupa memuji KTT G20 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Benua Afrika, tahun ini, yang merupakan cerminan bahwa negara-negara Selatan Global tak lagi merupakan penonton dalam dinamika global, namun sudah menjadi pemain aktifnya.
Pesan solidaritas
Sebaiknya Anda baca juga:
Di tengah ketegangan global yang belum mereda, kehadiran para pemimpin negara yang tetap berkomitmen terhadap KTT G20, kali ini sudah cukup menunjukkan bahwa rasa percaya terhadap idealisme akan solidaritas global masih bertahan, kata pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran Teuku Rezasyah,
“Mereka semuanya terikat pada idealisme bersama dalam menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam aspek-aspek, seperti perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, kesehatan, dan gejolak ekonomi,” kata Reza.
Ia pun memandang positif kehadiran Wapres Gibran dalam KTT G20 atas penugasan dari Presiden Prabowo sebagai isyarat bahwa idealisme G20 telah mengakar di generasi muda Indonesia.
Idealisme akan solidaritas global merupakan kunci untuk menciptakan masa depan yang inklusif bagi mereka yang paling berisiko. Terlebih, di dunia yang semakin terhubung, seperti saat ini, tantangan yang dihadapi suatu negara pasti akan berdampak pada negara-negara lain.
KTT G20 di Afrika Selatan tahun ini merupakan momentum bagi Indonesia untuk mengingatkan kembali idealisme bersama di antara negara-negara besar sedunia bahwa mereka harus dapat mempertahankan solidaritas di tengah dinamika global yang semakin bergerak ke ambang perpecahan.
Sebagai perwakilan termuda yang berbicara di antara para pemimpin negara G20, Wapres Gibran juga sekaligus menjadi cerminan bahwa Indonesia siap melakukan pembangunan berkelanjutan secara lintas generasi, dengan menjunjung tinggi idealisme G20.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!